get app
inews
Aa Text
Read Next : Wagub Jateng Tinjau MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen, Perbaikan Tiga Kelas Segera Dilakukan

DPRD Sragen Kecewa Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu Absen saat Rapat Musibah Atap Ambruk

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:40 WIB
header img
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, memberikan keterangan usai rapat klarifikasi terkait ambruknya atap MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, di Gedung DPRD Sragen, Rabu (13/5/2026).Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id — Upaya Komisi IV DPRD Sragen untuk mencari solusi atas musibah ambruknya atap gedung MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, menuai kekecewaan. Rapat klarifikasi yang digelar di Gedung DPRD Sragen, Rabu (13/5/2026), berlangsung kurang maksimal lantaran pihak sekolah tidak hadir dalam forum tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyayangkan ketidakhadiran Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu yang disebut sedang fokus mendampingi pemulihan trauma para siswa korban insiden ambruknya atap ruang kelas.

“Kami ingin membantu mencari masukan, baik dari pihak sekolah maupun Kemenag. Tapi yang disayangkan, kepala sekolah izin karena fokus pemulihan kesehatan anak-anak. Fokus kesehatan itu ranah medis, sementara kepala sekolah seharusnya hadir untuk koordinasi,” ujar Sugiyamto usai rapat.

Akibat absennya pihak sekolah, rapat hanya dihadiri perwakilan seksi Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen. Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV DPRD Sragen menyoroti lambannya penanganan perbaikan sarana pendidikan, khususnya bangunan sekolah tua yang dinilai rawan.

Sugiyamto menilai pemerintah selama ini cenderung bergerak setelah muncul kejadian besar yang menjadi perhatian publik. Ia menyebut pola penanganan yang bersifat reaktif harus segera diakhiri agar keselamatan siswa tidak terabaikan.

“Tadi dari Kemenag juga disampaikan ada permintaan verifikasi sekolah-sekolah tua melalui Zoom. Ini kan setelah kejadian ambruk baru dilakukan verifikasi. Jangan sampai menunggu viral dulu baru dieksekusi, atau menunggu ada korban baru ada tindak lanjut,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti persoalan prioritas anggaran pemerintah dalam sektor pendidikan. Menurutnya, keterbatasan anggaran sering kali hanya menjadi alasan, sementara program lain dapat berjalan dengan dukungan dana besar.

“Kalau alasan anggaran tidak cukup, itu soal prioritas. Kami sebenarnya ingin membantu mencari solusi, bisa lewat dana aspirasi atau pengalihan anggaran lain untuk membantu perbaikan madrasah tersebut,” katanya.

Komisi IV DPRD Sragen juga meminta Kemenag melakukan verifikasi data bangunan sekolah secara riil dan faktual di lapangan. Hal itu penting agar usulan rehabilitasi sekolah benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak sekadar formalitas administratif.

“Data dari bawah harus hasil verifikasi lapangan yang nyata. Jangan sampai usulan besar tapi realisasi bantuan hanya sebagian kecil. Pengawasan dan pemeliharaan bangunan sekolah harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuh Sugiyamto.

Sebelumnya, atap ruang kelas VII MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Selasa (12/5/2026). Insiden tersebut menyebabkan sejumlah siswa dan seorang guru mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Hingga kini, pihak Kemenag Sragen disebut masih melakukan koordinasi internal bersama yayasan dan pihak sekolah terkait langkah rehabilitasi bangunan yang roboh.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut