Bulog Kucurkan Rp50 Juta untuk Petani Sragen, Dorong Produksi Kedelai Unggul Grobogan
SRAGEN, iNewsSragen.id – Perum Bulog terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bulog Peduli Petani. Program tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan serta penanaman benih kedelai varietas unggul Grobogan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026).
Program Bulog Peduli Petani menjadi salah satu implementasi TJSL Bulog pada Pilar Pembangunan Sosial, khususnya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin kedua, yakni Tanpa Kelaparan. Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian strategi Creating Shared Value (CSV) Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto beserta jajaran, unsur Pemerintah Kabupaten Sragen, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, serta para anggota Gapoktan Desa Sambirejo sebagai penerima manfaat.
Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan komoditas pertanian strategis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Melalui Program Bulog Peduli Petani, kami berharap budidaya kedelai di Desa Sambirejo dapat berkembang secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal yang kuat bagi petani untuk meningkatkan hasil usaha tani, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Gapoktan Desa Sambirejo diketahui memiliki luas lahan sawah sekitar 183 hektare. Pada musim tanam gadu tahun 2026, kelompok tani tersebut berencana mengembangkan budidaya kedelai varietas unggul Grobogan di lahan seluas 70 hektare.
Melalui program ini, sebanyak 182 anggota Gapoktan menerima bantuan dukungan budidaya kedelai senilai Rp50 juta. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong diversifikasi usaha tani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Java Agro Prima sekaligus pembina lapangan pendamping program, Sunarso, menjelaskan bahwa dukungan BULOG diharapkan dapat menambah semangat petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Menurutnya, varietas kedelai yang dikembangkan memiliki potensi hasil cukup baik jika dibina secara tepat melalui penggunaan benih unggul, pola tanam yang baik, dukungan pupuk, hingga sistem irigasi yang sesuai.
"Kalau dibina dengan baik, produktivitasnya bisa mencapai sekitar 2,2 hingga 2,4 ton," ujarnya.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto beserta jajaran di Desa Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jumat (15/5/2026).(Foto:iNews/Joko P)
Dia juga menyoroti tantangan kedelai lokal yang selama ini harus bersaing dengan produk impor yang memiliki harga lebih murah. Namun menurutnya, kondisi tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kualitas dan produktivitas hasil pertanian dalam negeri.
"Kita harus meningkatkan produktivitas melalui pembinaan petani, penggunaan benih unggul, pupuk yang tepat, irigasi yang baik, hingga panen yang menghasilkan kualitas terbaik. Dengan begitu kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi," katanya.
Program Bulog Peduli Petani diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil budidaya kedelai di Desa Sambirejo, tetapi juga menjadi model pengembangan komoditas pangan strategis di berbagai daerah.
Melalui program TJSL tersebut, Bulog menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mendorong sektor pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Editor: Joko Piroso