Unik di Bantul, Daging Kurban Dibungkus Kreneng Anyaman Bambu dan Daun Jati
BANTUL, iNewsSragen.id — Upaya mengurangi penggunaan plastik saat pembagian daging kurban kembali dilakukan pengurus Masjid Muttaqiin di Dusun Monggang Kidul, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, takmir masjid setempat kembali memanfaatkan kearifan lokal dengan menggunakan kreneng atau keranjang anyaman bambu beralas daun jati sebagai pembungkus daging kurban bagi warga.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan sekaligus mengurangi penggunaan kantong plastik yang dinilai semakin mahal dan berpotensi menambah sampah.
Takmir Masjid Muttaqiin, Sutopo, menjelaskan penggunaan kreneng bambu bukan hal baru. Tradisi tersebut telah dijalankan sejak tahun 2018 atau sebelum pandemi Covid-19.
Menurutnya, penggunaan wadah tradisional tersebut merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik dalam kehidupan sehari-hari.
"Sejak tahun 2018 kami sudah menggunakan kearifan lokal untuk pembagian daging kurban. Selain mengurangi plastik, cara ini juga lebih dekat dengan budaya masyarakat," ujarnya.
Pada Iduladha tahun 2026 ini, pengurus masjid kembali menyiapkan ratusan kreneng bambu yang dipadukan dengan alas daun jati. Daun tersebut diperoleh dari kebun warga sekitar dan dipersiapkan secara gotong royong.
Sejumlah remaja putri di lingkungan masjid tampak membantu proses persiapan mulai dari membersihkan, memotong, hingga merapikan daun jati yang akan digunakan sebagai alas pembungkus daging kurban.
Selain dinilai ramah lingkungan, penggunaan kreneng juga dianggap lebih ekonomis. Kreneng bambu dibeli dari pengrajin lokal dengan harga sekitar Rp200 per buah. Harga tersebut dinilai lebih murah dibanding penggunaan plastik dalam jumlah besar.
Langkah ini juga sekaligus membantu menggerakkan ekonomi warga setempat yang memproduksi anyaman bambu secara mandiri.
Penggunaan kreneng bambu dan daun jati juga dinilai memberikan kesan tradisional yang lebih disukai warga. Selain terlihat alami, pembungkus berbahan organik tersebut dinilai lebih sehat dan mudah terurai sehingga tidak menambah beban sampah lingkungan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah yang mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban saat Hari Raya Iduladha.
Pengurus masjid berharap langkah sederhana itu dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan.
Editor : Joko Piroso