Petani Tebu Blora Kecewa, 18 Truk Muatan Tebu Ditumpahkan di Depan Pabrik Gula
Menurut Anton, hingga saat ini petani belum memperoleh kepastian terkait mekanisme maupun lokasi penyaluran hasil panen mereka. Kondisi tersebut membuat banyak petani khawatir karena tebu yang tidak segera digiling berpotensi mengalami penurunan kualitas.
“Kami hanya menagih janji yang pernah disampaikan kepada petani. Jika tuntutan ini tidak mendapat respons, kami siap menggelar aksi dengan massa yang lebih besar,” ujar Anton di sela aksi.
Ia menyebut aksi tersebut dilakukan secara mandiri oleh para petani sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya solusi konkret atas persoalan penumpukan hasil panen tebu.
Menurutnya, setiap truk yang dibawa dalam aksi tersebut memiliki nilai hasil panen sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta.
“Ini murni aksi petani secara swadaya. Kami hanya ingin ada kepastian agar hasil panen petani tidak merugi,” katanya.
Editor : Joko Piroso