Viral Video Pelari Kalcer Lawan Arus Kereta Api di Solo, Pelaku Ungkap Fakta
SOLO,iNewsSragen.id — Video yang memperlihatkan sejumlah pelari berlari di sisi jalur kereta api di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, viral di media sosial setelah dinarasikan sebagai aksi berbahaya berlari melawan arus kereta yang sedang melintas.
Narasi yang beredar luas tersebut memicu beragam komentar dari warganet. Namun, salah satu pelari yang terekam dalam video akhirnya memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang dinilainya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pelari tersebut adalah Darno, pengusaha jersey asal Solo yang aktif dalam komunitas lari. Ia menegaskan aktivitas yang dilakukan bersama rekan-rekannya bukanlah aksi menantang bahaya ataupun mencari sensasi demi konten media sosial.
Menurut Darno, kegiatan tersebut merupakan bagian dari olahraga rutin yang dilakukan para pencinta lari di Kota Solo. Jalur di sisi rel kereta Jalan Slamet Riyadi dipilih karena saat kereta melintas area tersebut steril dari kendaraan bermotor sehingga dinilai lebih nyaman untuk berolahraga.
"Apa yang kami lakukan adalah bagian dari sport tourism Kota Solo dan tren lari kalcer yang biasa dilakukan warga untuk menikmati suasana kota. Kami berlari untuk kesehatan, bukan untuk menantang kereta," ujarnya saat ditemui, Jumat (5/6/2026) malam.
Ia menjelaskan bahwa berlari di sepanjang koridor Jalan Slamet Riyadi bukan hal baru bagi warga Solo. Bahkan, sejumlah atlet dan komunitas lari kerap memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi latihan.
"Sebenarnya bagi warga Solo, lari di samping rel kereta itu hal yang lumrah. Banyak atlet profesional juga berlatih di sana. Kami memanfaatkan jalur yang kosong dari kendaraan, bukan sengaja berlari melawan kereta," katanya.
Darno juga membantah anggapan bahwa video tersebut dibuat untuk mengejar popularitas di media sosial. Ia menegaskan dokumentasi foto maupun video hanyalah bagian kecil dari aktivitas olahraga yang rutin dilakukan bersama komunitasnya.
"Kami ini mencari sehat. Tidak mungkin sengaja menantang kereta. Video yang viral itu diambil dari sudut pandang orang lain sehingga terkesan berbahaya, padahal bagi kami itu aktivitas yang biasa dilakukan setelah subuh," ungkapnya.
Penasihat hukum Darno, A.Tigor Witono, turut memberikan tanggapan atas polemik yang berkembang. Ia menyayangkan munculnya narasi yang dinilai menggiring opini negatif tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi kepada pihak yang ada di dalam video.
"Tentu kami menyayangkan adanya penggiringan opini tanpa konfirmasi. Informasi seharusnya disampaikan secara berimbang agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat," ujar Tigor.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika dan disiplin digital bagi pengguna media sosial agar tidak sembarangan membangun narasi yang dapat merugikan pihak lain.
Lebih lanjut, pihak pelari berharap akun-akun yang menyebarkan video dengan narasi yang tidak sesuai fakta dapat memberikan klarifikasi, menghapus unggahan, atau menyampaikan permohonan maaf untuk memulihkan nama baik pihak yang terlibat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada langkah hukum yang ditempuh. Fokus utama masih pada upaya memberikan penjelasan kepada publik agar polemik yang muncul tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.
Editor : Joko Piroso