get app
inews
Aa Text
Read Next : Dusun Cikal, Kampung Unik di Purbalingga yang Bak Dusun Mati

Unik, 20 Pasangan Nikah Bareng di Atas Pesawat Terbang di Yogyakarta

Selasa, 09 Juni 2026 | 18:22 WIB
header img
Sebanyak 20 pasangan pengantin mengikuti prosesi nikah bareng di atas pesawat terbang di Kampus STTKD Yogyakarta dalam rangka memperingati Bulan Pancasila dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.Foto:iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id - Dalam rangka memperingati Bulan Pancasila sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) bersama Baznas DIY dan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menggelar nikah bareng bagi 20 pasangan pengantin dengan konsep unik di atas pesawat terbang.

Kegiatan bertajuk “Take Off Menuju Halal Indonesia Emas” tersebut digelar di lingkungan Kampus STTKD Yogyakarta dan menarik perhatian masyarakat karena prosesi ijab kabul dilakukan di tiga jenis pesawat berbeda, yakni Boeing 737 Serie 200, pesawat Cessna, dan helikopter yang berada di hanggar kampus.

Sebelum menuju lokasi akad nikah, sebanyak 20 pasangan pengantin terlebih dahulu mengikuti kirab sejauh sekitar 500 meter. Dengan mengenakan busana adat pengantin dari berbagai daerah di Indonesia, para peserta berjalan kaki melewati jalan kampung menuju lokasi acara.

Kirab pengantin berlangsung meriah dengan iringan marching band taruna-taruni STTKD Yogyakarta. Setibanya di lokasi, rombongan pengantin disambut prosesi sangkur pora dan tabur bunga oleh para taruna dan taruni sebelum memasuki hanggar pesawat.

Ketua Baznas DIY, Dra. Pujiastuti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi sosial antara Fortais, Baznas DIY, dan STTKD Yogyakarta untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat menikah secara sah tanpa terbebani biaya.

“Peserta nikah bareng ini berasal dari keluarga kurang mampu dan salah satu pasangan wajib memiliki KTP Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Pujiastuti.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti nikah bareng memiliki rentang usia mulai dari 20 tahun hingga 58 tahun. Seluruh proses pernikahan difasilitasi secara gratis, mulai dari administrasi, mahar, cincin kawin, busana pengantin hingga rias pengantin.

Setelah prosesi seremonial selesai, para pengantin dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjalani akad nikah di dalam pesawat yang telah disiapkan panitia.

Dipandu penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, prosesi ijab kabul berlangsung lancar dan khidmat meski disaksikan ratusan anggota keluarga dan tamu undangan.

Salah satu peserta nikah bareng, Muchlas Putra Al Sobri, mengaku bersyukur dapat menikah melalui program tersebut. Ia menyebut pengalaman menikah di atas pesawat menjadi momen yang tidak akan terlupakan.

“Senang sekali karena bisa menikah tanpa biaya dan akadnya dilakukan di pesawat. Sebagian besar peserta bahkan belum pernah naik pesawat sebelumnya,” ujarnya.

Panitia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat kurang mampu sekaligus memberikan pengalaman pernikahan yang berkesan bagi para peserta.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut