get app
inews
Aa Text
Read Next : Gangguan Pembangkit Berakhir, PLN Nyatakan Sistem Listrik Jawa Tengah Kembali Normal

Baliho PB XIV Hangabehi Marak di 20 Daerah, Disebut Bukti Dukungan Masyarakat

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:42 WIB
header img
Baliho SISKS PB XIV Hangabehi di Kudus.Foto: Istimewa

SOLO,iNewsSragen.id – Ditengah polemik dualisme kepemimpinan raja, baliho bergambar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV Hangabehi semakin marak terpasang di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Fenomena itu disebut sebagai bentuk dukungan luas masyarakat terhadap Raja Karaton Surakarta Hadiningrat PB XIV Hangabehi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kerabat keraton, abdi dalem, anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), dan pegiat budaya pada, Kamis (11 /6/2026), baliho PB XIV Hangabehi telah terpasang di sedikitnya 20 kabupaten dan kota.

Beberapa wilayah yang dilaporkan memasang baliho antara lain Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Semarang, Demak, Jepara, Magelang, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Tegal, dan Grobogan.

Pegiat budaya Surakarta, R. Surojo, mengatakan maraknya pemasangan baliho menunjukkan masih kuatnya dukungan masyarakat terhadap pelestarian adat dan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.

Menurutnya, baliho dipasang secara swadaya oleh masyarakat yang memiliki kedekatan historis dan budaya dengan Karaton, mulai dari kerabat keraton, sentana dalem, abdi dalem, anggota PAKASA, hingga pegiat budaya.

“Ini murni bentuk kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan adat dan budaya Karaton Surakarta,” ujarnya.

Dari sejumlah daerah, Kabupaten Kudus menjadi salah satu wilayah dengan pemasangan terbanyak, mencapai sekitar 140 titik. Sementara di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, tercatat sedikitnya 87 titik baliho telah terpasang.

Fenomena meluasnya pemasangan baliho tersebut dinilai menjadi bukti adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat terhadap PB XIV Hangabehi serta upaya pelestarian tradisi dan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.

BRM Nugroho Iman Santoso, cucu Sinuhun Pakubuwono XI menilai, dukungan yang muncul dari masyarakat tidak lepas dari pemahaman terhadap sejarah dan sistem suksesi yang berlaku di lingkungan Karaton Surakarta.

"Dalam tradisi Keraton Surakarta, penentuan raja didasarkan pada garis keturunan dan ketentuan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun," imbuhnya.

Sebelumnya, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menyampaikan bahwa proses penyiapan PB XIV Hangabehi sebagai penerus tahta telah dilakukan jauh sebelum wafatnya PB XIII.

"Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya," tandas Gusti Moeng.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut