Kuota Mandiri PTNBH Meluas, PTS Terancam Tekanan Finansial hingga Penutupan Prodi
YOGYAKARTA, iNewsSragen.id — Perluasan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri oleh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dinilai mulai memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Persaingan perebutan mahasiswa yang semakin ketat disebut berpotensi menekan kondisi finansial sejumlah kampus swasta.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., mengatakan fenomena tersebut telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir dan semakin menjadi perhatian bagi pengelola PTS.
Menurutnya, bertambahnya daya tampung PTNBH melalui jalur mandiri membuat calon mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan. Kondisi tersebut membuat sejumlah PTS harus melakukan berbagai strategi untuk menjaga jumlah mahasiswa baru.
Strategi yang dilakukan antara lain melalui penyesuaian Dana Pengembangan Pendidikan (DPP), pemberian potongan biaya kuliah, hingga memperluas program beasiswa internal.
Namun, langkah tersebut memiliki konsekuensi terhadap kesehatan keuangan kampus.
“Kalau mahasiswa banyak tetapi biaya diturunkan atau beasiswa internal terlalu besar, pemasukan kampus bisa tidak seimbang dengan kebutuhan operasional. Dalam jangka panjang kondisi itu bisa menjadi persoalan serius,” ujar Zuly.
Editor : Joko Piroso