Hadirkan 136 Inovasi dan Pertemukan Kampus dengan Industri dalam SIE Expo UMY 2026
BANTUL, iNewsSragen.id - Satu unit sepeda motor yang telah dikonversi menjadi sepeda motor Listrik ini menjadi salah satu menjadi karya inovasi mahasiswa, yang terpajang di ujung Lokasi penyelenggaraan Science, Innovation & Entrepreneurship Expo (SIE Expo) 2026 , di halaman Gedung Dasron Hamid Research and Innovation Center UMY .
Sebagai kampus inovatif yang mendorong hilirisasi hasil riset melalui penyelenggaraan Science, Innovation & Entrepreneurship Expo (SIE Expo) 2026 ini , dalam SIE Expo ini UMY mengusung tema “Integrating Innovation, Science, and Entrepreneurship for a Sustainable Future” , dan berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Gedung Dasron Hamid Research and Innovation Center (RIC) UMY. Expo ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, industri, pelaku usaha, investor, dan masyarakat.
Direktur Direktorat Inovasi dan Hilirisasi (DIH) UMY, Dr. Ir. Novi Caroko, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa SIE Expo 2026 merupakan expo inovasi pertama yang diselenggarakan sejak berdirinya DIH UMY. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan hasil riset dan inovasi dosen maupun mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri.
“Ini merupakan kegiatan pertama Direktorat Inovasi dan Hilirisasi. Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri agar hasil-hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Novi, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai ekosistem inovasi. Berdasarkan data yang dihimpun DIH UMY, terdapat lebih dari 340 ribu UMKM, 617 industri besar dan menengah, serta 132 perguruan tinggi di DIY. Namun, hingga kini masih terdapat kesenjangan antara hasil penelitian kampus dan kebutuhan dunia usaha.
“Kami melihat adanya gap antara produk penelitian dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Padahal, jika keduanya dapat berkolaborasi, akan tercipta nilai tambah yang besar bagi perkembangan ekonomi dan inovasi di Yogyakarta,” jelasnya.
Melalui SIE Expo, UMY menghadirkan ruang diskusi dan business matching yang mempertemukan peneliti dengan pelaku usaha. Harapannya, berbagai inovasi yang dihasilkan kampus dapat menemukan pasar yang tepat sekaligus menjawab kebutuhan industri secara nyata.
“Dalam dunia bisnis ada istilah product-market fit. Kami ingin membantu mempertemukan inovator dan pelaku usaha agar produk hasil penelitian benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar,” tambah Novi.
Beragam agenda diselenggarakan dalam expo ini, mulai dari pameran produk inovasi, talkshow inovasi dan kewirausahaan, diseminasi hasil riset, business matching, penguatan UMKM, kompetisi inovasi siswa melalui Secondary School Innovation Competition (SINCO), konsultasi kekayaan intelektual dan perjanjian usaha, hingga demonstrasi produk inovasi karya sivitas akademika UMY.
Selain itu, tersedia pula layanan kesehatan gigi gratis dari Fakultas Kedokteran Gigi UMY, tenant UMKM, serta promosi dan kunjungan laboratorium di Gedung RIC UMY.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Hingga pembukaan acara, tercatat sekitar 600 peserta telah melakukan registrasi yang terdiri atas siswa dan guru SMP-SMA, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di DIY dan Jawa Tengah, dosen, peneliti, pelaku UMKM, mitra industri, investor, hingga masyarakat umum.
Sebanyak 136 produk inovasi dari berbagai bidang dipamerkan dalam expo ini, ditambah 19 produk dari mitra dunia usaha dan dunia industri. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring hadirnya peserta dan tenant yang belum melakukan registrasi sebelumnya.
Melalui penyelenggaraan SIE Expo 2026, UMY berharap dapat memperkuat ekosistem inovasi yang menghubungkan dunia akademik, industri, dan kewirausahaan. Dengan kolaborasi tersebut, hasil penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menciptakan solusi, peluang bisnis, dan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Editor : Joko Piroso