Lokakarya Kemenkop RI dan Koperasi Ngawi Tani Mandiri Hasilkan MoU Rp 27,6 Miliar
NGAWI, iNewsSragen.id - Sebanyak 29 unit Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) di Kabupaten Ngawi telah menandatangani MoU senilai Rp 27,6 milyar dalam lokakarya yang diselengarakan oleh Kementerian Koperasi ( Kemenkop ) RI melalui Deputi Akselerasi Jaringan Usaha bersama koperasi Ngawi Tani Mandiri, Kamis (25/6/2026).
Lokakarya bertajuk Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Komoditas Beras se Kabupaten Ngawi ini diselenggarakan selama dua hari, yang juga dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Gento Saragih, Asisten Deputi Ekselerasi Jaringan Usaha Kemenkop RI, Cecep Setiawan.
Peserta dalam acara ini adalah pengurus dari 29 Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) yang siap beroperasi dan akan bermitra dalam komoditi beras hasil pertanian anggota KDMP.
Lokakarya yang dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono ini juga didukung oleh Bulog dan beberapa perusahaan pengolahan beras dan pangan serta perusahaan jaringan pemasaran.
Dalam peranya Kemenkop RI memberikan pembinaan penguatan usaha kepada KDMP di Ngawi melaui jaringan kemitraan yang sudah dimiliki oleh koperasi yang sudah eksis semisal Koperasi Ngawi Tani Mandiri.
Jaringan kemitraan yang dimaksud adalah tidak sekedar bermuara dari penjualan beras, namun juga proses hulu ke hilir yang membutuhkan kemitraan dengan perusahaan lain.
Dalam sambutanya, Ony berharap nasib KDMP tidak seperti KUD di masa lalu, karena itu diperlukan sistem jaringan seperti metode yang diperkenalkan dalam lokakarya ini.
"Melaui ( lokakarya ) ini diharapkan tidak seperti KUD masa lalu, modelnya koperasi tapi dalam menjalankanya sistem kapitalis yang hanya dilakukan oleh segelintir pemilik modal, karena itu, koperasi yang sudah eksis bisa menjadi mitra strategis bagi kehadiran KDMP," kata Ony yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ngawi, Sumarsono.
Lebih jauh Asisten Deputi Ekselerasi Jaringan Usaha Kemenkop RI, Cecep Setiawan tujuan utama dari kegiatan ini untuk mengangkat potensi unggulan daerah.
"Kami berharap produksi beras yang menjadi unggulan di Ngawi, bisa di konsolidasi melaui koperasi yang sudah berpengalaman agar bisa menjual lagi ke jangkauan lebih luas," terang Cecep.
Menurut Cecep lokakarya selama dua hari ini tidak hanya bermateri wawasan bimbingan teknis, namun juga para peserta diajak kelapangan berupa kunjungan ke perusahaan pengolahan padi modern.
"Dari pelaksanaanya selama dua hari ini, alhamdulillah para peserta memberi tanggapan positif dimana mereka mendapatkan pengalaman secara langsung, bahkan dalam lokakarya ini, berhasil membukukan MoU senilai Rp 27,6 milyar yang ditandatangani, dan ini sesuai yang kami harapkan," ungkap Cecep.
Disisi lain bagi Ketua Koperasi Ngawi Tani Mandiri, Galih Wiranegara menyebut lokakarya ini dapat menjadi sarana kemitraan antar koperasi tapi juga dengan para petani sebagai pemangku 50 000 hektar sawah padi yang ada di Ngawi.
"Berlatar Ngawi sebagai kabupaten dengan produktifitas padi tertinggi dari puluhan ribu hektar lahan padi, ini tidak cukup kita kerja sendiri, karenanya, salah satu prinsip disini adalah tidak hanya gotong royong antar anggota tapi juga kerjasama antar koperasi agar kesejahtera bersama dapat tercapai," kata Galih.
Manfaat lokarya juga diakui oleh Ketua KDMP desa Gelung Kecamatan Paron Margo Subagyo, dimana selaiin mendapatkan wawasan manajerial juga menjadi kepercayaan diri bagi para pengurus lain ke para perani untuk menjual gabahnya ke KDMP.
"Pengetahuan yang dipaparkan dalam lokakarya ini menambah kepercaya diri kami dihadapan para petani untuk mau menjual gabahnya ke KDMP agar harga tidak dipermainkan oleh tengkulak," ungkap Margo yang berharap KDMP yang dipipimnya segera beroperasi secara maksimal.
Saat ini sebanyak 122 KDMP di kabupaten Ngawi sudah siap beroperasi dari 217 yang direncanakan dimana 91 diantanya masih dalam proses pembangunan dan 4 masih dalam pencarian lahan.
Editor : Joko Piroso