Lebih Ramah Lingkungan, Polres Sragen Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Buah Produktif
SRAGEN, iNewsSragen.id — Tradisi pengiriman karangan bunga sebagai ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara mengalami perubahan di Polres Sragen. Menjelang puncak peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, halaman Mapolres Sragen kini dipenuhi ratusan tanaman buah dalam pot (tabulampot) menggantikan papan bunga yang biasanya menghiasi area tersebut.
Inovasi tersebut digagas Panitia HUT Bhayangkara ke-80 Polres Sragen sebagai upaya menghadirkan konsep perayaan yang lebih bermanfaat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai jangka panjang.
Hingga dua hari sebelum puncak peringatan, sebanyak 130 tabulampot dari berbagai instansi, mitra kerja, stakeholder, Polsek jajaran, hingga satuan fungsi Polres Sragen telah tersusun rapi di halaman Mapolres.
Beragam jenis tanaman buah menghiasi lokasi, mulai dari mangga, jeruk, jambu, kelengkeng, sawo, black sapote, anggur brasil, hingga alpukat. Tanaman tersebut menjadi simbol ucapan selamat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dapat dirawat dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengapresiasi gagasan tersebut. Menurutnya, perubahan konsep dari karangan bunga menjadi tanaman buah merupakan langkah positif yang memberikan dampak lebih luas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia HUT Bhayangkara ke-80 Polres Sragen yang telah menghadirkan inovasi ini. Mengganti karangan bunga dengan tanaman buah dalam pot merupakan langkah yang sangat positif,” ujar AKBP Dewiana.
Ia menyebut tabulampot tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat karena dapat terus dirawat hingga menghasilkan buah.
“Tanaman ini bisa menghijaukan lingkungan, menghasilkan buah, dan menjadi simbol bahwa perhatian kepada Polri juga dapat diwujudkan dalam bentuk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, konsep tersebut juga lebih ekonomis dibandingkan karangan bunga yang umumnya hanya bertahan dalam waktu singkat.
Jika karangan bunga biasanya hanya menjadi dekorasi selama acara berlangsung, tabulampot dapat terus dipelihara bahkan dipindahkan untuk penghijauan lingkungan.
Salah seorang pengantar tabulampot mengungkapkan alasan memilih tanaman buah sebagai bentuk ucapan.
“Kalau karangan bunga hanya bertahan beberapa hari lalu layu. Dengan tabulampot, setelah acara selesai masih bisa dirawat sampai berbuah. Manfaatnya lebih panjang,” ujarnya.
Keberadaan ratusan tanaman buah tersebut kini menjadi perhatian para tamu yang datang ke Mapolres Sragen. Setelah rangkaian HUT Bhayangkara selesai, tanaman-tanaman tersebut akan dimanfaatkan untuk penghijauan di lingkungan Mapolres maupun lokasi lain yang telah disiapkan.
Melalui inovasi tersebut, Polres Sragen ingin menghadirkan semangat Hari Bhayangkara tidak hanya melalui kegiatan seremoni, tetapi juga melalui langkah sederhana yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Editor : Joko Piroso