Debu Jelaga Diduga Cemari Permukiman Warga, PG Mojo Sragen Lakukan Pembenahan Boiler
Menanggapi keluhan tersebut, pihak manajemen PG Mojo membenarkan adanya debu jelaga yang terbawa angin hingga ke lingkungan sekitar pabrik. Namun, perusahaan menegaskan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut.
Karyawan PG Mojo, Samuel Mahendra, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang melakukan pembenahan secara bertahap pada sistem boiler dan penyaring emisi. Menurutnya, proses perbaikan cukup kompleks karena sebagian besar peralatan di pabrik merupakan mesin lama yang memerlukan penyesuaian khusus.
"Alatnya sudah tua dan kami terus melakukan pembenahan di beberapa bagian. Prosesnya memang tidak mudah," ujar Samuel, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan suku cadang untuk mesin lama juga membutuhkan modifikasi agar dapat dipasang dan berfungsi optimal.
"Kalaupun ada suku cadang yang didatangkan, tidak bisa langsung dipasang. Harus dilakukan berbagai penyesuaian di lapangan," jelasnya.
Selain faktor teknis, Samuel menyebut kondisi cuaca pada musim kemarau tahun ini turut memengaruhi penyebaran debu. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih diwarnai hujan, kemarau yang lebih kering disertai angin cukup kencang membuat partikel jelaga lebih mudah terbawa hingga ke kawasan permukiman.
"Tahun ini kemaraunya lebih tegas. Angin pada siang hari cukup kencang sehingga debu dari boiler lebih mudah menyebar dibanding tahun lalu ketika masih sering turun hujan," katanya.
Editor : Joko Piroso