Bupati Sigit Luncurkan Masjid Preneur 2026, Target Satu Desa Satu Masjid Berdaya
Ke depan, Pemkab menargetkan setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Sragen memiliki sedikitnya satu masjid yang mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
"Tahun lalu ada sepuluh masjid yang mengikuti program. Di luar itu sebenarnya sudah ada beberapa masjid yang lebih dahulu berkembang, seperti Masjid Al Falah. Harapan kami gerakan ini semakin meluas sehingga manfaat kehadiran masjid benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Pendaftaran Masjid Preneur 2026 dibuka mulai 12 Juli hingga 12 Agustus 2026. Seluruh peserta akan mengikuti bootcamp dan pendampingan penyusunan rencana bisnis sebelum dilakukan proses penilaian.
Pendampingan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Sekolah Bisnis Sragen (SBS), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, Masjid Al Falah, Baznas Kabupaten Sragen, serta PT BPRS Sukowati Sragen.
Bupati Sigit mengajak seluruh takmir masjid tidak ragu mengikuti program tersebut meskipun belum memiliki gagasan usaha.
"Jangan takut belum punya ide bisnis. Ide yang masih sederhana akan didampingi hingga berkembang. Program ini kami dorong menjadi gerakan ekonomi berbasis komunitas karena masjid sudah memiliki jamaah yang menjadi kekuatan sosial," ujarnya.
Editor : Joko Piroso