Rumah Warga Miskin di Sragen Roboh, Penghuni Bersama Anak ODGJ Kini Mengungsi
SRAGEN, iNewsSragen.id – Rumah kayu milik warga di Mondokan, Sragen, roboh akibat lapuk dimakan usia. Bangunan yang dihuni seorang lansia bersama anaknya itu ambruk diduga akibat kondisi konstruksi yang telah lapuk dimakan usia, pada Jumat (10/7/2026), .
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp35 juta dan penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
Kapolsek Mondokan, Iptu Irfan Marvianto mengatakan rumah tersebut merupakan milik Jaman (64), warga yang bekerja serabutan. Saat kejadian, korban baru pulang dari kebun dan hendak bersiap menunaikan salat Jumat.
"Korban baru sampai di halaman rumah. Tiba-tiba bangunan berukuran sekitar 10 x 8 meter itu langsung roboh," ujar Iptu Irfan.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan penyebab robohnya rumah diduga karena struktur kayu dan bambu penyangga telah lapuk sehingga tidak lagi mampu menopang bangunan.
Menurut keterangan korban, kondisi rumah sebenarnya sudah mulai miring sejak sekitar dua pekan terakhir. Bersama warga sekitar, ia berencana memperbaikinya secara swadaya pada Sabtu (11/7/2026). Namun, bangunan lebih dulu ambruk sebelum rencana perbaikan terlaksana.
Jaman diketahui tinggal bersama anaknya, Supanto, yang merupakan penyandang gangguan jiwa. Pasca-kejadian, keduanya sementara mengungsi di rumah anak kandung Jaman yang lain.
Usai menerima laporan, personel Polsek Mondokan bersama warga bergotong royong membersihkan material bangunan yang roboh.
Kapolsek mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar korban segera memperoleh penanganan dan bantuan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sragen. Berdasarkan informasi dari Kaur Kesra Kecamatan Mondokan, laporan juga telah diteruskan kepada Dinas Sosial dan Baznas untuk tindak lanjut bantuan," katanya.
Ia berharap bantuan yang dibutuhkan korban, baik berupa kebutuhan darurat maupun dukungan pembangunan kembali rumah, dapat segera direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pendataan dan penanganan rumah tidak layak huni, terutama bagi warga yang berada dalam kondisi sosial ekonomi rentan, agar risiko serupa dapat diminimalkan
Editor : Joko Piroso