Sekolah Rakyat Sragen Resmi Mulai MPLS, Mensos Gus Ipul: Prioritas bagi Keluarga Desil 1
SRAGEN, iNewsSragen.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, Selasa (14/7/2026). Pembukaan MPLS ini menandai dimulainya tahun ajaran baru bagi siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dan menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul hadir didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Keduanya disambut Bupati Sragen Sigit Pamungkas beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen.
Kegiatan pembukaan MPLS diikuti perwakilan Sekolah Rakyat se-Soloraya secara langsung, sementara peserta dari berbagai daerah lain di Indonesia mengikuti secara daring. Kedatangan rombongan disambut atraksi baris-berbaris (PBB), pertunjukan pencak silat, dan penampilan paduan suara para siswa.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen dibangun di bekas kompleks Balai Penyuluhan Pertanian milik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Sragen di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan. Pembangunan dimulai sejak Januari 2026 dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menjelaskan Sekolah Rakyat Sragen melayani jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang memiliki tiga rombongan belajar (rombel) dengan sistem pendidikan berasrama (boarding school), di mana seluruh kebutuhan pendidikan dan tempat tinggal siswa ditanggung oleh negara.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Sosial atas hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen. Kami berharap anak-anak dari keluarga miskin memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik," ujar Sigit.
Selain pendidikan gratis, lanjut Sigit, keluarga para siswa juga memperoleh bantuan komplementer dari Kementerian Sosial berupa bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), dukungan modal usaha, hingga bantuan Rumah Sejahtera Terpadu sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menjelaskan pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap di berbagai daerah, dimulai pada Juli hingga September 2026 sesuai kesiapan masing-masing lokasi.
Menurutnya, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi paling rentan atau masuk kategori desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Keluarga ini yang disebut Bapak Presiden sebagai the invisible people, yaitu keluarga yang selama ini penderitaannya sering tidak terlihat dan belum sepenuhnya terjangkau layanan negara," kata Gus Ipul.
Ia menyampaikan, hingga saat ini Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 lokasi di seluruh Indonesia dengan sekitar 14.000 siswa yang sebelumnya menjalani pembelajaran di gedung sementara. Pemerintah juga telah meluluskan 453 siswa, terdiri atas 329 lulusan SD, 113 lulusan SMP, dan 11 lulusan SMA.
Salah seorang orang tua siswa, Murni (39), warga Kecamatan Gemolong, mengaku bersyukur putrinya, Septiana Selvi Safira, diterima di Sekolah Rakyat Sragen. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, ia kini dapat melanjutkan pendidikan jenjang SMP tanpa dipungut biaya.
"Alhamdulillah anak saya bisa sekolah di sini. Semua kebutuhan ditanggung sehingga sangat membantu keluarga kami," ujarnya.
Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pemberdayaan keluarga penerima manfaat.
Editor : Joko Piroso