Sapi Milik Warga Bukuran Sragen Mati Mendadak, Desa Koordinasi dengan Dinas Peternakan
SRAGEN, iNewsSragn.id – Warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, dihebohkan dengan kematian mendadak seekor sapi betina milik warga yang baru saja melahirkan. Hingga kini, penyebab pasti kematian hewan ternak tersebut belum diketahui dan masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.
Kepala Desa Bukuran, Hariyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, sapi yang mati mendadak merupakan milik pasangan Santoso dan Narni, warga Desa Bukuran.
"Betul, ada laporan sapi milik warga kami yang mati mendadak. Berdasarkan informasi yang kami terima, sapi tersebut sebelumnya dalam kondisi sehat dan baru saja melahirkan," ujar Hariyanto saat ditemui, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, anak sapi yang dilahirkan dalam kondisi selamat. Sementara bangkai sapi yang mati telah dikuburkan oleh pemiliknya sebagai langkah awal untuk mencegah kemungkinan timbulnya gangguan kesehatan maupun pencemaran lingkungan.
Terkait penyebab kematian, Hariyanto mengatakan pemerintah desa belum dapat memastikan karena belum ada hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, tidak ditemukan gejala klinis yang umum dijumpai pada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski demikian, penyebab kematian belum dapat disimpulkan.
"Kalau PMK biasanya ada gejala-gejala tertentu. Dalam kasus ini, sapi sebelumnya terlihat sehat. Ada dugaan kemungkinan karena salah makan atau faktor lain, tetapi itu masih sebatas informasi awal dan belum dapat dipastikan," katanya.
Ia juga menyebut sempat beredar informasi bahwa sapi tersebut mengeluarkan darah dari bagian belakang tubuh sebelum mati. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.
Hariyanto menegaskan, hingga saat ini pemerintah desa belum menerima laporan adanya kejadian serupa maupun indikasi penyebaran penyakit pada ternak milik warga lainnya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Bukuran menyatakan siap berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut maupun langkah-langkah pencegahan, seperti penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kesehatan ternak, pemberian vitamin, atau vaksinasi sesuai rekomendasi petugas.
"Kami siap berkoordinasi apabila ada tindak lanjut dari Dinas Peternakan. Jika memang diperlukan penyemprotan kandang atau pemeriksaan kesehatan ternak di wilayah Bukuran, tentu akan kami fasilitasi demi menjaga kesehatan ternak masyarakat," ujarnya.
Hariyanto juga mengimbau para peternak agar tidak ragu menerima kedatangan petugas kesehatan hewan apabila nantinya dilakukan pemeriksaan maupun tindakan pencegahan.
Ia berharap masyarakat tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian sapi tersebut, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau petugas apabila menemukan ternak yang mengalami gejala sakit atau kematian mendadak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen mengenai hasil pemeriksaan atau penyebab pasti kematian sapi tersebut.
Seekor sapi milik warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, dilaporkan mati mendadak setelah sebelumnya baru melahirkan.
Editor : Joko Piroso