Suasana Sakral Selimuti Wilujengan Kholdalem ke-393 Sultan Agung di Keraton Surakarta
Bagi Keraton Surakarta, Wilujengan Kholdalem bukan sekadar peringatan tahunan. Tradisi ini menjadi ruang untuk merawat hubungan antara generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan Sultan Agung, sekaligus memanjatkan harapan agar Keraton tetap menjadi pusat pelestarian budaya Jawa.
"Kami berharap Keraton Surakarta senantiasa mendapatkan penerangan yang lebih baik sehingga dapat terus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai sumber kebudayaan Jawa," kata Gusti Moeng.
Ia menegaskan bahwa pakem adat keraton hingga kini masih menjadi rujukan dalam berbagai tradisi masyarakat Jawa. Karena itu, warisan budaya tersebut harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Di tengah arus modernisasi, Wilujengan Kholdalem ke-393 Sultan Agung kembali membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar mengenang masa lalu. Lebih dari itu, tradisi menjadi jembatan yang menyatukan sejarah, doa, dan harapan agar nilai-nilai budaya Jawa tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor : Joko Piroso