get app
inews
Aa Text
Read Next : Lowongan Direktur Perumda Percada Sukoharjo Dibuka, Simak Jadwal dan Persyaratannya

Tekan Angka Stunting, Pemkab Sukoharjo Gandeng UMS Perkuat Pendampingan Keluarga

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:16 WIB
header img
Audensi Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS dengan Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.Foto: Istimewa

SUKOHARJO,iNewsSragen.id – UMS bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui program pendampingan berbasis masyarakat.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang menyasar pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak.

Program yang dijalankan UKM Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) UMS itu mendampingi keluarga sejak masa pranikah hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita.

Berdasarkan data 2026, sebanyak 37 dari 266 balita di Desa Blimbing mengalami stunting atau mencapai 13,91 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kecamatan Gatak sebesar 10,97 persen. Selain itu, persoalan sanitasi juga menjadi perhatian setelah UPT Puskesmas Gatak mencatat 175 kasus diare akut sepanjang 2025.

Untuk menyelaraskan program dengan kebijakan pemerintah daerah, Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS melakukan audiensi dengan Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo.

Pertemuan tersebut membahas dukungan data, pelibatan tenaga kesehatan, kader pendamping, hingga keberlanjutan program setelah masa pendanaan berakhir.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Rengga Prayoga, mengatakan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

"Kami berharap kolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A dapat memperkuat dampak dan keberlanjutan program ini," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Rengga, program tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga mencakup Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), penyediaan sarana cuci tangan melalui program SEKAKI, gerakan gotong royong RINDANG, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penguatan peran ayah dalam pencegahan stunting.

Dosen pendamping PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan setelah pendanaan selesai.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini, menyatakan program mahasiswa UMS selaras dengan upaya pemerintah daerah yang selama ini dilakukan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK). Saat ini Kabupaten Sukoharjo memiliki sekitar 2.100 anggota TPK yang mendampingi keluarga di seluruh desa.

Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo juga mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader PPKBD, serta PKK guna mendukung pelaksanaan program di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, Tim PPK Ormawa bersama pemerintah desa, bidan, PKK, Kelompok Wanita Tani, dan Karang Taruna Desa Blimbing akan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak serta membentuk forum koordinasi rutin untuk memastikan program pencegahan stunting berjalan secara berkelanjutan dan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Sukoharjo.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut