Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 1.500 Peserta Ramaikan Sragen Batik Heritage Fest 2026, Karnaval Penuh Kostum Batik
Advertisement . Scroll to see content

APBN Rp92 Miliar Bangun Infrastruktur Air Bersih Sragen, 964 Rumah Ditargetkan Terlayani

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:27 WIB
  • author Joko Piroso
APBN Rp92 Miliar Bangun Infrastruktur Air Bersih Sragen, 964 Rumah Ditargetkan Terlayani
Project Manager PT Gala Karya Gresik, RB Surjo Atmodjo.Foto: iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id – Pemerintah pusat membangun infrastruktur air bersih senilai Rp92 miliar untuk memperluas layanan air perpipaan di Kabupaten Sragen. Proyek yang dikerjakan pada 2026-2027 tersebut menyasar sembilan desa dengan sumber air baku dari Waduk Gondang, Karanganyar.

Infrastruktur yang dibangun meliputi jaringan perpipaan hingga sambungan rumah (SR) serta instalasi pengolahan air (IPA). Pekerjaan dilaksanakan PT Gala Karya Gresik dengan masa kontrak mulai 18 Juni 2026 hingga 9 Desember 2027.

Project Manager PT Gala Karya Gresik, RB Surjo Atmodjo, mengatakan proyek tersebut dibiayai melalui APBN dan merupakan kelanjutan pembangunan infrastruktur air baku dari Waduk Gondang menuju reservoir di wilayah Mojokerto, Kedawung, Sragen.

“Instalasi distribusi air sampai ke sambungan rumah panjangnya 21 kilometer yang meliputi sembilan desa. Debit air baku dari Waduk Gondang yang akan diolah dalam IPA kapasitasnya 100 liter per detik,” kata Surjo saat ditemui di Kedawung, Sragen, Jumat (2/10/2026).

Menurut Surjo, jaringan air baku dari Waduk Gondang menuju IPA sebelumnya telah dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Sistem tersebut melewati dua bak sebelum air masuk ke instalasi pengolahan.

Surjo menjelaskan distribusi air bersih nantinya menggunakan dua metode, yakni gravitasi dan pompanisasi. Sistem gravitasi digunakan untuk wilayah yang memungkinkan air dialirkan berdasarkan perbedaan elevasi.

Wilayah yang direncanakan mendapat layanan melalui sistem gravitasi antara lain Desa Guworejo, Jurangjero, dan Saradan di Kecamatan Karangmalang serta sebagian wilayah Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen.

Sementara sistem pompanisasi digunakan untuk wilayah yang memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan lokasi IPA.

“Untuk pompanisasi dilakukan untuk memasok kebutuhan air bersih ke sambungan rumah yang lokasinya lebih tinggi dari IPA, seperti di wilayah Desa Kedawung, Karangpelem, dan Celep di Kecamatan Kedawung, serta Desa Jirapan dan Krebet di Kecamatan Masaran,” jelasnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut