get app
inews
Aa Text
Read Next : Polres Sragen dan Forkopimda Gelar Apel Siaga Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan Sembarangan

Kebakaran di Sragen Melonjak Jadi 120 Kasus, Damkar Sebut Human Error Penyebab Utama

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:46 WIB
header img
Petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Sragen memadamkan salah satu kebakaran di wilayah Sragen.Foto: Ilustrasi/ Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.idKasus kebakaran di Kabupaten Sragen mengalami lonjakan signifikan selama musim kemarau 2026. Data Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sragen mencatat sebanyak 120 kejadian kebakaran hingga 31 Juli 2026 atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Damkar, sepanjang Januari hingga Juli 2025 tercatat 56 kejadian kebakaran, masing-masing Januari 9 kasus, Februari 5, Maret 9, April 4, Mei 4, Juni 6, dan Juli 19 kasus.

Sementara pada periode yang sama tahun 2026, jumlah kebakaran meningkat menjadi 120 kejadian, terdiri atas Januari 12 kasus, Februari 7, Maret 10, April 3, Mei 17, Juni 22, dan Juli mencapai 49 kejadian. Bulan Juli menjadi periode dengan jumlah kebakaran tertinggi sepanjang tahun ini.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Sragen, Tommy Isharyanto, mengatakan tingginya angka kebakaran tersebut menempatkan Kabupaten Sragen dalam jajaran 10 besar daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak di Jawa Tengah.

"Kalau dilihat dari angka kebakaran, Sragen relatif cukup tinggi. Baik kebakaran rumah, lahan, maupun objek lainnya. Kami dari Damkar hampir setiap hari menangani kejadian kebakaran," ujar Tommy usai menghadiri Rapat Koordinasi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Polres Sragen, Kamis (6/8/2026).

Human Error Masih Dominan

Tommy menjelaskan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia (human error), baik pada kebakaran rumah maupun lahan.

Menurutnya, sejumlah kasus dipicu aktivitas sehari-hari yang kurang memperhatikan aspek keselamatan.

"Rata-rata penyebabnya human error. Misalnya obat nyamuk bakar yang ditinggal hingga mengenai kasur, memasak yang ditinggalkan, atau membakar sampah tanpa pengawasan dan tanpa dilokalisir," jelasnya.

Selain itu, instalasi listrik yang tidak aman juga menjadi salah satu pemicu utama kebakaran permukiman. Penggunaan stopkontak bertumpuk atau sambungan listrik yang berlebihan berpotensi menyebabkan panas berlebih hingga memicu korsleting.

Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau

Menghadapi tingginya potensi kebakaran selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Sragen bersama BPBD, Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, serta berbagai unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan.

"Musim kemarau ini perlu ditingkatkan kolaborasi, koordinasi, dan sinkronisasi antara BPBD, Damkar, Polres, Kodim, serta para relawan agar penanganan kebakaran semakin cepat dan efektif," kata Tommy.

Damkar Imbau Masyarakat Lebih Waspada

Untuk menekan angka kebakaran, Damkar Satpol PP Kabupaten Sragen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:

Tidak meninggalkan kompor atau tungku saat memasak.

Mengawasi proses pembakaran sampah hingga api benar-benar padam.

Tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan, semak, atau permukiman.

Memeriksa instalasi listrik secara berkala dan menghindari penggunaan stopkontak bertumpuk.

Damkar berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat menekan angka kebakaran selama musim kemarau sehingga kerugian jiwa maupun harta benda dapat diminimalkan.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut