get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Tangkap Pria di Bantul, Polisi Sita 0,33 Gram Sabu dalam Bungkus Kopi

Toko Sembako di Bantul Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1,1 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:03 WIB
header img
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar toko sembako di Jetis, Bantul, Kamis (13/8/2026) dini hari.Foto: Istimewa

BANTUL, iNewsSragen.id - Sebuah toko sembako di Jalan Imogiri Timur Km 11, Blawong II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, terbakar pada Kamis (13/8/2026) dini hari. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp1,1 miliar.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 01.02 WIB. Saat itu, toko dalam kondisi sudah tutup dan ditinggalkan karyawan.

Sebelum api terlihat, seorang saksi yang berada di sekitar lokasi mendengar suara ledakan dari dalam toko.

"Pada Rabu (12/8) sekitar pukul 21.00 WIB, toko tutup dan ditinggalkan oleh karyawan. Kemudian pada Kamis sekitar pukul 01.02 WIB, saksi mendengar suara ledakan dari dalam toko," kata Rita, Kamis (13/8/2026).

Setelah mendengar suara tersebut, saksi melihat kepulan asap keluar dari jendela samping toko. Saksi kemudian memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya.

Api selanjutnya terlihat membesar di dalam toko. Warga sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan air seadanya sembari meminta bantuan.

Karena api terus membesar, warga menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul dan Polsek Jetis. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIB.

Proses pemadaman melibatkan empat unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, dua unit BPBD Kabupaten Bantul, serta satu unit PMI Bantul.

Api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 03.30 WIB.

Kerugian Capai Rp1,1 Miliar

Rita memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1,1 miliar.

"Kerugian bangunan toko diperkirakan sekitar Rp100 juta. Kemudian barang dagangan berupa sembako, minyak, sabun, beras, gula, makanan ringan, sampo, perabot rumah tangga, kosmetik, perlengkapan anak dan bayi, susu dan lainnya ditaksir sekitar Rp1 miliar," jelasnya.

Toko tersebut diketahui merupakan bangunan yang disewa oleh pemilik selama lima tahun. Sementara usaha toko telah beroperasi selama kurang lebih tiga tahun.

Polisi Dalami Dugaan Korsleting Listrik

Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari pemilik serta sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran.

"Untuk penyebab kebakaran sementara diduga karena korsleting listrik. Namun, petugas masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait kejadian tersebut," tutur Rita.

Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada instalasi listrik dan peralatan yang berpotensi menjadi sumber korsleting.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut