get app
inews
Aa Text
Read Next : Tolak Legalitas Miras, Massa Forum Njogo Solo Segel Cafe Ruang Bahagia di Lokananta

Dari Kisah Nyata Ke Layar Lebar, Densu Angkat Kisah Fanny Kondoh Pejuang Garis Dua

Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:08 WIB
header img
Pemeran utama Denny Sumargo dan Caitlin Halderman bersama Fanny Kondoh. (Foto: Istimewa).

SOLO, iNewsSragen.id  - Suasana gala premiere film Baby Udon di XXI Solo Paragon, Senin (17/8/2026), berubah emosional. Kisah cinta, penantian panjang untuk mendapatkan buah hati, keguguran hingga perjuangan menghadapi kanker membuat sejumlah penonton tak kuasa menahan air mata.

Tangis belum benar-benar reda ketika film berakhir. Pemeran utama Denny Sumargo dan Caitlin Halderman bersama Fanny Kondoh, perempuan yang kisah hidupnya menjadi inspirasi film tersebut, hadir menemui penonton di area bioskop.

Kisah nyata  inspiratif ini diboyong oleh aktor sekaligus produser Denny Sumargo bersama aktris Caitlin Halderman. Dalam agenda roadshow di Bioskop Grand XXI Solo Paragon Mall, Senin (17/8/2026).

Baby Udon mengangkat perjalanan hidup Fanny Kondoh bersama suaminya. Cerita bermula dari sebuah hubungan yang kemudian menghadapi persoalan besar, termasuk perbedaan agama dan perjalanan panjang menuju pernikahan.

Dalam film, Fanny digambarkan memiliki impian untuk menikah dengan pria kaya. Impian tersebut kemudian mempertemukannya dengan seorang pria berkebangsaan Jepang.

Hubungan keduanya tidak berjalan tanpa rintangan. Perbedaan keyakinan menjadi salah satu ujian yang harus mereka lewati hingga sang pria akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

Pasangan tersebut harus menjalani penantian panjang untuk mendapatkan anak. Ketika harapan akhirnya muncul melalui kehamilan, kebahagiaan itu justru kembali diuji dengan terjadinya keguguran.

Belum selesai menghadapi kehilangan, kehidupan mereka kembali dihantam persoalan yang lebih berat. Sang suami didiagnosis mengidap kanker.

Dari titik inilah kisah Baby Udon semakin dalam. Bukan hanya tentang bagaimana mempertahankan sebuah hubungan, tetapi tentang dua orang yang berusaha saling menguatkan ketika kehidupan membawa mereka pada keadaan yang tidak pernah dibayangkan.

Denny mengatakan  bahwa keteguhan Fanny dalam menghadapi gelombang duka merupakan jejak langkah berharga yang patut menjadi dokumentasi penguat bagi siapa pun yang tengah berjuang.

"Ini satu cerita yang kalau enggak difilmkan, kayaknya kita semua akan menyesali bahwa ada satu cerita sebagus ini yang tidak menjadi sebuah dokumentasi cerita film," kata Denny usai pemutaran perdana.

Fanny Kondoh pemilik kisah ini  sendiri merasa terharu menyaksikan fragmen kedukaannya dirangkai menjadi sebuah karya seni dari hati. Ia menegaskan, Baby Udon bukan sekadar pengangkatan cerita yang sempat viral, melainkan sebuah warisan (legacy) hidup bagi anaknya, Kaskas.

"Film ini relate ke banyak benang. Dari pejuang kanker, pejuang garis dua, pejuang kehidupan, hingga masalah kepercayaan. Mampir saja ke medium rasa ini karena kalian akan membawa sesuatu ketika pulang, entah itu jawaban ataupun harapan," ucap Fanny.

Sementara itu bagi Caitlin Halderman yang memerankan karakter Fanny, dinamika emosi dalam cerita ini menjadi tantangan terberat sepanjang karier aktingnya.

"Layer-nya sangat banyak mengingat kehidupan Kak Fanny yang sangat amat berat. Aku harus sampaikan semua rasa yang dialami selama sembilan tahun ini ke dalam film," ucap Caitlin.

film Baby Udon dipastikan siap menyapa dan menyentuh hati para penikmat bioskop di seluruh Indonesia mulai 3 September 2026.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut