get app
inews
Aa Text
Read Next : Bocah 5 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Gajah Wong Bantul, Diduga Terpeleset Saat Bermain

7 Tahun Bekerja di Jepang, PMI Asal Sragen Meninggal Tenggelam Saat Berwisata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:56 WIB
header img
Orang tua Galang Satrio Priambodo, Widiyatmoko dan Parmi, saat ditemui di rumah duka di Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen, Kamis (20/8/2026). Foto: iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id — Kabar duka datang dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen. Galang Satrio Priambodo (25) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berwisata bersama teman-temannya di Jepang.

Galang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ia diketahui bekerja di sektor pertanian atau perkebunan di Jepang selama sekitar tujuh tahun.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Berdasarkan keterangan keluarga, Galang meninggal saat mengisi waktu luang setelah beraktivitas, bukan ketika menjalankan pekerjaan.

Saat ditemui di rumah duka, Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kamis (20/8/2026) siang, kedua orang tua Galang, Widiyatmoko (46) dan Parmi (47), masih berduka atas kepergian putra mereka.

Widiyatmoko mengatakan, keluarga pertama kali menerima kabar tersebut pada Jumat malam setelah waktu Magrib. Informasi disampaikan oleh rekan kerja Galang yang sama-sama berada di Jepang.

"Kabar pertama dapat informasi habis Magrib, katanya tenggelam di sungai saat jalan-jalan sama teman-temannya habis salat Jumat. Jadi posisinya sedang rekreasi, bukan saat bekerja," ujar Widiyatmoko.

Menurutnya, informasi awal mengenai musibah tersebut diterima keluarga dari sesama PMI di Jepang, bukan dari lembaga penyalur.

Galang dikenal keluarga sebagai sosok pekerja keras. Ia telah bekerja di sektor pertanian atau perkebunan di Jepang selama kurang lebih tujuh tahun.

Selama berada di Jepang, Galang tercatat baru sekali pulang ke Indonesia, yakni pada 2022 selama sekitar dua bulan setelah menyelesaikan program magang. Setelah itu, ia kembali melanjutkan pekerjaannya di Jepang.

Widiyatmoko mengatakan, sebelum menerima kabar duka tersebut, dirinya maupun sang istri tidak merasakan firasat khusus.

Namun, ia mengaku beberapa hari sebelum kejadian aktivitas pekerjaannya terasa berjalan lancar.

Sementara itu, adik Widiyatmoko yang merupakan paman Galang sempat menceritakan sebuah mimpi beberapa hari sebelum kabar duka diterima keluarga.

Dalam mimpi tersebut, rumah Widiyatmoko disebut terlihat ramai seperti sedang menggelar hajatan.

"Kalau saya dan istri tidak ada firasat sama sekali. Cuma adik saya sempat cerita, empat hari sebelum dikabari, dia mimpi kalau rumah saya ramai orang seperti sedang punya hajatan," katanya.

Pihak keluarga kini masih menunggu proses pemulangan jenazah Galang dari Jepang.

Berdasarkan informasi keluarga, jenazah diperkirakan diberangkatkan dari Jepang pada Jumat (21/8/2026) dan dijadwalkan tiba di rumah duka di Tanon, Sragen, pada Sabtu (22/8/2026).

Keluarga berharap seluruh proses pemulangan dapat berjalan lancar sehingga jenazah Galang segera dapat dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya.

Kepergian Galang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama kedua orang tuanya. Anak pertama dari tiga bersaudara itu selama bertahun-tahun bekerja jauh dari kampung halaman untuk menjalani kehidupan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut