get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Hari Diduga Dianiaya Saat Jam Istirahat, Siswa SMPN 1 Blora Trauma

Heboh Keracunan MBG di SDN 4 Sragen Beredar, Dinkes Temukan Hanya 3 Siswa Sempat Mengeluh

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:41 WIB
header img
Aktifitas SPPG di Jetis Sragen Kulon, Sragen, Jumat (21/8/2026). (Foto: iNews/Joko P).

SRAGEN, iNewsSragen.id — Kabar dugaan keracunan makanan setelah siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 4 Sragen beredar di media sosial, Jumat (21/8/2026). Informasi tersebut sempat memicu kekhawatiran orang tua siswa terkait keamanan makanan yang didistribusikan ke sekolah.

Namun, hasil penelusuran awal Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menunjukkan kondisi di lapangan tidak seperti informasi yang beredar di media sosial.

Laporan awal menyebutkan terdapat enam siswa kelas 3 yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG saat jam istirahat. Menu yang dibagikan pada hari itu antara lain roti, telur, tomat, mentimun, susu, dan pisang.

Kepala Seksi Surveilans DKK Sragen, Tri Rarharno, mengatakan pihaknya bersama puskesmas telah melakukan investigasi terhadap laporan tersebut.

Dari enam siswa yang dilaporkan mengalami keluhan, hasil penelusuran awal menunjukkan hanya tiga anak yang sempat mengalami keluhan.

"Dari total laporan tersebut, hanya tiga anak yang terbukti sempat mengalami keluhan," ujar Tri.

Menurutnya, dari tiga anak tersebut, satu siswa mengalami muntah. Sementara dua siswa lainnya disebut ikut muntah setelah melihat temannya mengalami kondisi serupa.

Tiga siswa lainnya masih dalam pemantauan. Berdasarkan kondisi terakhir, anak-anak yang sempat mengalami keluhan tersebut dilaporkan sudah tidak mengalami keluhan lanjutan.

Dinkes Siapkan Pemeriksaan Sampel

DKK Sragen masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami siswa. Dinas Kesehatan berencana mengambil sampel makanan dan air untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium apabila hasil investigasi menguatkan dugaan adanya gejala yang berkaitan dengan makanan.

"Langkah prioritas utama saat ini adalah mengamankan sampel makanan agar tidak rusak demi kepentingan pemeriksaan lab," kata Tri.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan tidak langsung menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan keracunan makanan sebelum hasil pemeriksaan diperoleh.

SPPG Lakukan Cross-check

Sementara itu, Kepala SPPG Jetis Sragen Kulon, Ebenezer Simatupang, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke SDN 4 Sragen setelah informasi tersebut beredar.

"Setelah kami lakukan investigasi dan cross-check kepada sekolah yang bersangkutan, yaitu SD Negeri 4, tidak ada laporan keracunan atau keluhan tentang menu MBG kami hari ini," ujar Ebenezer.

Ia mengatakan pihak SPPG telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, wali murid, dan siswa yang mengonsumsi menu MBG pada Jumat.

Menurutnya, menu yang dibagikan terdiri atas sandwich dengan roti, telur, tomat, dan mentimun, serta susu dan buah pisang.

Menu tersebut didistribusikan untuk lebih dari 1.600 porsi di tujuh sekolah.

Ebenezer mengatakan dari pengecekan yang dilakukan pihaknya belum ditemukan indikasi keracunan yang berkaitan dengan menu MBG tersebut.

Meski demikian, penanganan dan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan secara objektif.

Informasi Media Sosial Diminta Tak Langsung Dipercaya

Beredarnya informasi dugaan keracunan tersebut sempat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Unggahan yang menjadi sumber informasi bahkan disebut telah dihapus oleh akun yang mengunggahnya.

Pihak SPPG menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi. Namun, pihaknya tetap menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sragen masih melakukan pemantauan dan menunggu hasil pemeriksaan apabila sampel makanan dan air nantinya diperiksa di laboratorium.

Dengan demikian, dugaan keracunan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan munculnya keluhan muntah pada sejumlah siswa. Hasil pemeriksaan kesehatan dan laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut