Lima Kecamatan di Sragen Terdampak Kemarau, Polres Salurkan 30 Tangki Air
SRAGEN, iNewsSragen.id – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Merespons kondisi tersebut, Polres Sragen menyiapkan bantuan 30 tangki air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Bantuan tersebut menyasar lima kecamatan, yakni Jenar, Tangen, Gesi, Mondokan, dan Miri. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.
Tahap pertama, sebanyak 14 tangki air bersih diberangkatkan dari Mapolres Sragen, Kamis (27/8/2026). Pelepasan bantuan dilakukan langsung Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Belasan kendaraan tangki tersebut kemudian bergerak menuju sejumlah desa yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Untuk Kecamatan Tangen, dua tangki disalurkan ke Desa Galeh. Kecamatan Gesi mendapatkan empat tangki, masing-masing dua tangki untuk Desa Srawung dan dua tangki untuk Desa Poleng.
Sementara di Kecamatan Jenar, sebanyak tujuh tangki didistribusikan ke Desa Banyurip, meliputi Dukuh Betek, Plosombo, dan Sempu. Adapun Kecamatan Mondokan mendapatkan satu tangki.
Total 14 tangki pada tahap pertama tersebut disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
16 Tangki Air Disiapkan untuk Tahap Berikutnya
Polres Sragen masih menyiapkan 16 tangki air bersih lainnya untuk distribusi tahap berikutnya. Bantuan tersebut akan diarahkan ke Kecamatan Miri serta wilayah lain yang membutuhkan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan penentuan lokasi distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen.
Sejumlah wilayah diprioritaskan karena dinilai memiliki kebutuhan air bersih yang lebih mendesak.
“Berdasarkan kemarin kita rapat dengan BPBD, kemudian kita mendapatkan informasi beberapa kecamatan yang memang urgensinya lebih daripada kecamatan yang lain untuk bantuan air bersih,” ujar Dewiana.
Menurutnya, kekeringan menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau di sejumlah wilayah Sragen. Kawasan bagian utara menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami keterbatasan pasokan air.
Kondisi semakin terasa ketika sumber air warga mulai berkurang atau tidak lagi dapat diandalkan.
“Ketika kita mau membantu, misalkan sumur itu juga sudah tidak efektif lagi, karena memang di bawahnya sudah tidak ada sumber air bersih,” jelasnya.
Dewiana menyebut distribusi air menggunakan tangki menjadi salah satu solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air belum kembali tersedia.
“Memang sudah menjadi agenda tahunan di Sragen ini, beberapa kecamatan itu memang selalu membutuhkan dropping air bersih. Satu-satunya solusi seperti itu,” katanya.
Kekeringan Diperkirakan Berlangsung hingga Oktober
Kapolres memperkirakan sejumlah wilayah masih berpotensi membutuhkan bantuan air bersih hingga sekitar Oktober. Namun, perkembangan kondisi kekeringan akan terus dipantau berdasarkan situasi di lapangan.
“Kalau kita lihat memang biasanya sampai sekitar Oktober, mungkin masih akan ada beberapa wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih,” ungkapnya.
Dewiana juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk segera menyampaikan kebutuhan tersebut kepada kepolisian.
Warga dapat menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan dropping air. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan untuk menentukan kebutuhan serta lokasi penyaluran.
“Monggo silakan. Ketika memang ada wilayah masyarakat yang membutuhkan, menghubungi 110, nanti akan kita segera dropping,” pungkas Dewiana.
Penyaluran puluhan tangki air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons Polres Sragen terhadap dampak kemarau sekaligus membantu menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang terdampak.
Editor : Joko Piroso