get app
inews
Aa Text
Read Next : Kericuhan Mewarnai Prosesi  Miyos Gamelan Sekaten 2026 Milik Keraton Surakarta

Soeharso Inclusive Run 2026 Digelar, Peserta Difabel Tunjukkan Semangat Kesetaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:23 WIB
header img
Peserta Soeharso Inclusive Run 2026 dari kelompok difabel memasuki garis finish. (Foto: Istimewa).

SUKOHARJO,iNewsSragen.id—  Penyandang disabilitas bersama ratusan peserta umum mengikuti Soeharso Inclusive Run 2026 di Solo, Minggu (30/8/2026), dalam semangat kesetaraan.

Sebanyak 654 peserta mengikuti Soeharso Inclusive Run 2026 yang digelar RSO Soeharso, berlokasi di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Keikutsertaan peserta difabel menjadi sorotan utama dalam kegiatan yang mengusung tema “Legacy, Humanity & Innovation” tersebut.

Peserta memulai dan mengakhiri lari di RSO Soeharso dengan rute yang melintasi kawasan di luar rumah sakit. Panitia membuka tiga kategori, yakni 3K disabilitas, 3K umum, dan 7,5K umum.

Humas RSO Soeharso, Iqbal, mengatakan pelibatan peserta difabel bukan sekadar melengkapi kategori perlombaan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pesan inklusivitas yang ingin ditegaskan dalam peringatan 75 tahun pengabdian RSO Soeharso.

"Kehadiran peserta difabel bersama masyarakat umum menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan dan kemanusiaan dapat diwujudkan melalui ruang yang inklusif," ujar Iqbal.

Kegiatan diawali flag off oleh Dewan Pengawas bersama jajaran Direksi RSO Soeharso. Pelepasan peserta menjadi simbol kesempatan yang setara bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk berpartisipasi dalam kegiatan publik.

Menurut Iqbal, Soeharso Inclusive Run 2026 tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan olahraga. Acara tersebut sekaligus menjadi representasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari perjalanan RSO Soeharso selama 75 tahun.

Usai lari, rangkaian peringatan HUT ke-75 RSO Soeharso dilanjutkan dengan acara internal. Direktur Utama RSO Soeharso Tito Sumarwoto, menyampaikan sambutan, disusul Ketua Dewan Pengawas RSO Soeharso Ghotama Airlangga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menyampaikan sambutan melalui video tapping.

Peringatan kemudian ditandai pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 75 tahun RSO Soeharso. Momentum tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap seluruh insan rumah sakit yang berkontribusi dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Jejak panjang rumah sakit ditampilkan melalui video “Legacy Journey” yang merangkum perjalanan, dedikasi, transformasi, dan kontribusi RSO Soeharso dari masa ke masa.

Sementara aspek inovasi ditandai dengan peluncuran Proceeding Book HUT ke-75 RSO Soeharso. Buku tersebut menjadi dokumentasi sekaligus warisan pengetahuan untuk mendukung langkah RSO Soeharso menghadapi masa depan.

Memasuki usia 75 tahun, RSO Soeharso menempatkan Legacy sebagai fondasi, Humanity sebagai nilai yang dijaga, dan Innovation sebagai semangat untuk terus berkembang.

"Melalui tema Legacy, Humanity & Innovation, HUT ke-75 RSO Soeharso menjadi momentum untuk terus bergerak, berinovasi, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan," pungkas Iqbal.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut