Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lestarikan Tradisi Leluhur, Keraton Surakarta Siap Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Advertisement . Scroll to see content

Lemper Frozen Khas Bantul Tembus Australia, Awet Sebulan Tanpa Pengawet

Senin, 07 September 2026 | 19:17 WIB
  • author Trisna Purwoko
Lemper Frozen Khas Bantul Tembus Australia, Awet Sebulan Tanpa Pengawet
Isnaini menunjukkan lemper frozen hasil produksinya di Murtigading, Sanden, Bantul. Produk berbahan ketan dan isian ayam tersebut dikemas secara vakum dan dipasarkan hingga luar daerah.Foto: iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id - Lemper selama ini dikenal sebagai salah satu kudapan tradisional yang lekat dengan masyarakat Jawa. Makanan berbahan beras ketan dengan isian daging ayam berbumbu ini kerap disajikan dalam berbagai acara, termasuk pernikahan.

Cita rasa ketan yang gurih berpadu dengan isian ayam yang gurih dan manis membuat lemper tetap digemari hingga kini. Namun, bagi masyarakat Jawa yang tinggal di luar daerah, mendapatkan lemper dengan cita rasa khas tradisional terkadang tidak mudah.

Peluang tersebut justru dimanfaatkan Isnaini, warga Dusun Mayungan 2, Murtigading, Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak 2024, ia mengembangkan lemper tradisional menjadi produk lemper frozen yang lebih praktis dan memiliki masa simpan lebih panjang.

Ide tersebut berawal dari permintaan seorang keponakan yang tinggal di luar kota. Saat itu, Isnaini diminta membuatkan lemper yang dapat dibawa dalam perjalanan.

Karena belum pernah membuat lemper dalam bentuk beku, Isnaini kemudian mencoba mengembangkan sendiri proses pembuatannya. Setelah melalui sejumlah percobaan, ia berhasil menghasilkan lemper frozen yang tetap mempertahankan tampilan dan cita rasa khas lemper tradisional.

Secara umum, proses pembuatan lemper frozen tidak jauh berbeda dengan lemper biasa. Beras ketan dimasak, kemudian diberi isian daging ayam berbumbu dan dibungkus menggunakan daun pisang.

Perbedaannya terdapat pada tahapan setelah lemper selesai dibungkus. Lemper terlebih dahulu didinginkan di dalam kulkas selama sekitar dua jam hingga teksturnya menjadi lebih padat.

Tahapan tersebut dilakukan agar bentuk lemper tetap terjaga ketika masuk proses pengemasan. Lemper yang masih lunak berisiko berubah bentuk atau penyok saat divakum maupun dimasukkan ke dalam kemasan kedap udara.

Setelah cukup dingin, lemper kemudian dikemas menggunakan metode vakum dan disimpan di dalam freezer.

Dengan proses tersebut, Isnaini menyebut produk lemper buatannya dapat bertahan hingga sekitar satu bulan tanpa menggunakan bahan pengawet.

Lemper frozen produksi rumahan tersebut dikemas dalam satu paket berisi 10 buah dengan harga Rp30.000.

Pemasarannya tidak hanya menyasar konsumen di Bantul dan wilayah Yogyakarta. Produk tersebut juga telah dibawa ke sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Kalimantan dan Jambi.

Menariknya, lemper frozen buatan Isnaini juga telah sampai kepada pembeli di Australia. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang makanan tradisional untuk dikembangkan menjadi produk pangan yang lebih praktis dan dapat dibawa dalam perjalanan jarak jauh.

Bagi Isnaini, pengembangan lemper frozen bukan sekadar mempertahankan makanan tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperluas jangkauan produk khas Jawa agar dapat dinikmati masyarakat di luar daerah.

Inovasi sederhana melalui proses pendinginan dan pengemasan vakum membuat lemper yang selama ini identik sebagai kudapan segar memiliki pilihan penyajian yang lebih praktis.

Produk lemper frozen dari Sanden, Bantul, tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana makanan tradisional dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan konsumen tanpa meninggalkan karakter utamanya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut