Penguatan Ideologi Pancasila Digelar di Wonogiri, 300 Warga Jadi Peserta
WONOGIRI, iNewsSragen.id — BPIP bersama Komisi XIII DPR RI memperkuat Gerakan Kebajikan Pancasila di Wonogiri melalui kegiatan yang diikuti sekitar 300 perwakilan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Graha Sasono Mulyo, Wonogiri, Minggu (13/9/2026), tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang merupakan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti, S.E., M.M., mengatakan Pancasila memiliki peran penting sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Rinto, keberadaan ideologi pemersatu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Banyak negara besar di dunia yang akhirnya runtuh karena tidak memiliki ideologi pemersatu yang kuat. Saya yakin masyarakat Wonogiri yang hadir di sini telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keutuhan bangsa tetap terjaga,” ujar Rinto.
Ia mengatakan Komisi XIII DPR RI terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan untuk memperluas sosialisasi Gerakan Kebajikan Pancasila.
Sinergi tersebut, lanjut Rinto, antara lain dilakukan bersama BPIP, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta organisasi keagamaan dan kemasyarakatan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BPIP RI Dr. Tonny Agung Arifianto, S.E., M.A.B., menyoroti pentingnya penguatan pengamalan seluruh sila Pancasila, terutama sila kelima tentang keadilan sosial.
Ia menilai pengamalan sila pertama hingga keempat secara umum telah berjalan dalam kehidupan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah mendorong terwujudnya keadilan sosial yang dapat dirasakan secara lebih merata.
“Perwujudan sila kelima masih terus kita upayakan bersama. Kami menitipkan aspirasi kepada wakil rakyat di DPR RI untuk terus berjuang bersama masyarakat agar kesejahteraan sosial yang merata dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Tonny.
Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong sebanyak lima kali yang dimaknai sebagai representasi lima sila dalam Pancasila.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan paparan materi bertajuk “Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa” yang disampaikan Analis Hukum Ahli Madya BPIP RI, Andy Apriyanto, S.H., M.Si.
Dalam pemaparannya, Andy menjelaskan peran BPIP dalam penyusunan standar materi pendidikan dan pelatihan Pancasila. Materi tersebut ditujukan bagi instansi pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), maupun masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari serta ikut menyebarluaskan semangat kebajikan Pancasila di lingkungan masing-masing.
Turut hadir Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI Prof. Dr. H. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag., serta Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri periode 2009–2024, H. Tarso, S.IP.
Editor: Joko Piroso