Pemuda di Singopadu Sragen Bawa Arit dan Lempar Genteng, Dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa
SRAGEN, iNewsSragen.id – Warga Singopadu, Sidoharjo, Sragen, sempat resah setelah pemuda berinisial S (26) membawa arit dan melempar genteng rumah tetangga, Senin (21/9/2026) malam.
Kepala Desa Singopadu Heru Tarwoco membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, aksi itu terjadi ketika kondisi S kembali mengalami gangguan dan membutuhkan penanganan medis.
Heru mengatakan, S sebelumnya telah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar tiga bulan. Setelah dinyatakan membaik, S diperbolehkan pulang dan kembali tinggal bersama keluarganya.
“Sebenarnya S ini sudah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga bulan dan dinyatakan sembuh hingga diperbolehkan pulang. Namun, karena keterlambatan jadwal kontrol, kondisinya kembali kumat dan mengamuk,” ujar Heru saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Aksi tersebut membuat warga di lingkungan RT 20 Desa Singopadu dan RT 13 Dukuh Taraman khawatir. Pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan pengurus RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, keluarga, serta relawan untuk melakukan penanganan.
Meskipun sempat membawa arit dan melempar genteng ke rumah tetangga, proses evakuasi berlangsung relatif kondusif. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Menurut Heru, S akhirnya bersedia mengikuti arahan keluarga. Kerabatnya membujuk S agar masuk ke ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Saat mediasi dan evakuasi semalam, wonge manut (orangnya penurut). Ketika diminta naik ke ambulans oleh kerabatnya, dia langsung menurut dan sadar,” jelas Heru.
Setelah proses evakuasi, S langsung dirujuk menggunakan ambulans menuju rumah sakit jiwa di Solo pada malam yang sama. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan keluarga dan warga untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Heru mengatakan pemerintah desa sebelumnya juga telah membantu memfasilitasi penanganan S, termasuk berkoordinasi terkait bantuan dan perawatan medis.
Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan agar warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa dapat segera memperoleh layanan yang sesuai sekaligus menjaga keamanan lingkungan.
Pemerintah desa juga melibatkan keluarga dalam proses penanganan karena S tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia.
Heru berharap penanganan medis lanjutan dapat membantu kondisi S sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga dan warga di sekitar tempat tinggalnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah desa untuk memperkuat koordinasi antara keluarga, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi serupa.
Editor: Joko Piroso