Sendang Banyuning Sragen Dirawat, Sejarah Lokal dan Konservasi Air Jadi Perhatian
SRAGEN, iNewsSragen.id — Aktivis budaya Yayasan Pastika dan warga Singopadu, Sragen, menanam pohon keras di kawasan Sendang Banyuning untuk konservasi air dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Resik-Resik Punden yang rutin digelar Yayasan Pastika Sragen setiap bulan. Selain melibatkan warga dan Pemerintah Desa Singopadu, kegiatan mendapat dukungan anggota DPRD Sragen Fathurrohman.
Penanaman pohon diarahkan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air di sekitar sendang. Bibit pohon keras dalam kegiatan tersebut diperoleh dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen.
Rangkaian kegiatan diawali bancaan bersama warga sebagai bentuk doa sebelum kerja bakti. Setelah itu, warga membersihkan saluran air di sisi sendang, sedangkan anggota Yayasan Pastika membersihkan pelataran sendang yang telah dipaving sekaligus melakukan penanaman.
Sebanyak 10 pohon keras ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenisnya terdiri atas tiga pohon gayam, lima pohon mojo, serta dua pohon padmanaba atau tlogosari.
Selain pohon keras, warga dan anggota Yayasan Pastika juga menanam sejumlah tanaman bunga, seperti mawar, melati, kenanga, dan kantil di sekitar kawasan sendang.
Bendahara Yayasan Pastika Kabupaten Sragen, Bambang Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah Sendang Banyuning kepada masyarakat.
"Kami juga memasang papan nama Sendang Banyuning yang dilengkapi dengan cerita sejarah dari sesepuh dukuh setempat. Papan nama terbuat dari MMT berukuran 3 meter x 1,8 meter," ujar Bambang, Minggu (4/10/2026) siang.
Editor: Joko Piroso