Jokowi Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo di Kertanegara, Bahas Sepak Bola hingga Politik
SOLO, iNewsSragen.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkap pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa malam. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu, mulai dari sepak bola hingga persoalan ekonomi dan politik.
Jokowi mengatakan, salah satu topik yang mendominasi perbincangan mereka adalah sepak bola. Ia mengaku turut membicarakan kemenangan tim sepak bola yang membuat keduanya merasa senang.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan kepada wartawan di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
“Membahas kemenangan bola. Ya benar kok, cerita yang banyak mengenai bola kok. Kan senang kita menang,” kata Jokowi.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke kediaman Prabowo dilakukan atas undangan langsung dari Presiden. Dalam pertemuan tersebut, keduanya tidak hanya membicarakan sepak bola, tetapi juga bertukar pandangan mengenai kondisi ekonomi dan politik.
“Iya (diundang Presiden Prabowo), ya berbicara mengenai bola, juga mengenai ekonomi dan politik,” ujarnya.
Jokowi juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan agenda sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang membacakan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Jokowi, pertemuan dengan Prabowo merupakan bagian dari ranah eksekutif, sedangkan proses persidangan di MK berada dalam ranah yudikatif. Ia menegaskan kedua agenda tersebut tidak berkaitan dan persoalan sidang MK tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan itu.
“Itu (sidang MK) wilayah yudikatif, yang ini (pertemuan dengan Presiden Prabowo) kan wilayah eksekutif. Harus bisa dibedakan, enggak ada, enggak ada bicara mengenai itu (sidang MK),” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi turut ditanya mengenai kemungkinan pembahasan politik tersebut menyentuh pencalonan Gibran pada Pemilu 2029. Namun, ia tidak memberikan jawaban secara langsung terkait hal itu.
Jokowi justru mengingatkan bahwa pelaksanaan Pemilu 2029 masih cukup lama. Ia meminta semua pihak untuk saat ini lebih berfokus menjalankan tugas masing-masing, baik di bidang politik maupun pemerintahan, serta bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyat lah semuanya. Terima kasih,” tuturnya.
Editor: Joko Piroso