Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terjerat Kabel Internet di Gondang Sragen, Satu Keluarga Jatuh dari Motor
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Perjuangan Pangeran Mangkubumi di Sragen Ditelusuri, Lebih dari 40 Situs Teridentifikasi

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:59 WIB
  • author Joko Piroso
Jejak Perjuangan Pangeran Mangkubumi di Sragen Ditelusuri, Lebih dari 40 Situs Teridentifikasi
Disdikbud Sragen bersama tim pengkaji, akademisi, dan komunitas Pastika menggelar FGD untuk mendata dan mengkaji jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi di wilayah Kabupaten Sragen, Jumat (9/10/2026).Foto: iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id –Disdikbud Sragen mengkaji jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati. Lebih dari 40 titik bersejarah ditelusuri untuk mendukung pelestarian budaya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen menggelar Diskusi Kelompok Terfokus atau Focus Group Discussion (FGD) bersama tim pengkaji, akademisi, dan komunitas pegiat sejarah, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini membahas hasil penelusuran lapangan sekaligus mengidentifikasi lokasi-lokasi yang dikaitkan dengan perjalanan Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Sragen, Johny Ariawan, mengatakan FGD tersebut menjadi bagian dari upaya melengkapi data lapangan yang telah dihimpun. Hasil kajian diharapkan dapat disusun menjadi katalog dan dokumen komprehensif mengenai jejak sejarah Pangeran Mangkubumi beserta warisan budayanya.

Menurut Johny, dokumentasi tersebut tidak hanya berguna bagi kalangan peneliti dan pegiat sejarah, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bahan pembelajaran dan karya kreatif.

“ Hasil kajian ini nantinya bisa menjadi sumber inspirasi bagi pegiat sejarah, seniman, hingga kalangan pendidik. Selain dapat dikembangkan menjadi karya seni pertunjukan dan sastra, data ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan pembelajaran luar kelas atau outing class bagi para siswa,” ujar Johny.

Sementara itu, filolog Bayun Marsiwi menyampaikan bahwa penelusuran sejumlah naskah kuno, antara lain Babad Tanah Jawi, Babad Giyanti, Babad Panambangan, dan Babad Kemalon, mengindikasikan adanya lebih dari 40 hingga 60 titik lokasi yang berkaitan dengan perjalanan Pangeran Mangkubumi pada periode 1746–1755.

Menurut Bayun, lokasi-lokasi tersebut tersebar di 13 kecamatan dan 28 desa di Kabupaten Sragen. Sejumlah tempat yang disebut dalam penelusuran berada di sekitar aliran sungai maupun kawasan yang relatif terpencil.

“Lokasi-lokasi perasingan atau persinggahan tersebut umumnya berada di sepanjang aliran sungai serta daerah yang terisolasi dan sulit dijangkau oleh musuh pada masa perang gerilya,” jelasnya.

Sekretaris pegiat komunitas Pastika Sragen, Tri Rahayu, menekankan pentingnya upaya pelestarian dan penataan lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah tersebut. Menurutnya, sebagian lokasi masih berada dalam kondisi alami sehingga memerlukan pendataan dan perhatian lebih lanjut.

Ia mencontohkan kawasan Jekawal dan Ngrancang Kencana yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya pelestarian. Pemasangan plakat informasi sejarah dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan lokasi tersebut kepada masyarakat.

Sementara itu, situs Sendang Sumberan disebut telah dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai ruang pelaksanaan ritual budaya bersih desa. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah lokasi bersejarah juga memiliki hubungan dengan tradisi dan kehidupan sosial masyarakat.

Melalui pendataan dan penataan berkelanjutan, jejak sejarah Pangeran Mangkubumi di Sragen diharapkan dapat dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai sumber pembelajaran dan potensi wisata sejarah berbasis masyarakat.

Namun, identifikasi lokasi dan keterkaitannya dengan peristiwa sejarah tetap perlu didukung dokumentasi yang memadai agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut