Aduan Ganti Rugi Jutaan Rupiah di SD Sragen, DPRD Minta Kasus Ditelusuri
Titis juga menilai pihak sekolah perlu berperan aktif sebagai penengah agar persoalan tidak berkembang. Ia mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak pada anak-anak AR. Menurutnya, salah satu anak sempat enggan berangkat ke sekolah karena merasa takut.
“Seharusnya pihak sekolah bisa melindungi dan mengayomi anak-anak serta memfasilitasi penyelesaian persoalan secara adil,” ujar Titis.
Terpisah, anggota DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto membenarkan telah menerima aduan mengenai persoalan tersebut melalui pesan langsung di media sosial. Aduan itu, menurut Bambang, berkaitan dengan permintaan ganti rugi yang dipersoalkan orang tua siswa karena dinilai belum disertai kejelasan mengenai kejadian dan bukti biaya pengobatan.
Bambang mengatakan, persoalan tersebut perlu ditangani secara objektif dan transparan. Ia menekankan pentingnya memastikan duduk perkara serta menghindari tindakan yang dapat merugikan salah satu pihak.
Ia juga menyoroti pentingnya peran sekolah dalam memfasilitasi komunikasi antara keluarga siswa. Namun, penentuan tanggung jawab dan besaran ganti rugi perlu didasarkan pada fakta serta kesepakatan yang jelas, bukan tekanan terhadap salah satu pihak.
Sebagai tindak lanjut, Bambang telah meneruskan aduan dan isi percakapan tersebut kepada Sekretaris Disdikbud Sragen, Sukisno, agar dilakukan klarifikasi.
Editor: Joko Piroso