Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Keracunan MBG di SDN 4 Sragen Tak Terbukti, Dinkes: Siswa Aman
Advertisement . Scroll to see content

MBG Prasmanan Diuji di SDN Kroyo 3 Sragen, Siswa Bisa Ambil Porsi Sesuai Kebutuhan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:56 WIB
  • author Joko Piroso
MBG Prasmanan Diuji di SDN Kroyo 3 Sragen, Siswa Bisa Ambil Porsi Sesuai Kebutuhan
Siswa SDN Kroyo 3, Kecamatan Karangmalang, Sragen, mengantre mengambil makanan melalui metode prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).Foto: iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id – SDN Kroyo 3, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, menjadi sekolah percontohan penerapan metode prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema penyajian yang telah berjalan sekitar sepekan ini memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga hidangan tetap hangat.

Kepala SDN Kroyo 3 Karangmalang, Anton Purwanto, mengatakan metode prasmanan mendapat respons positif dari para siswa. Menurut dia, pola penyajian tersebut berpotensi menekan sisa makanan karena siswa dapat menyesuaikan porsi yang diambil.

“Kalau dari segi makanan, efektivitasnya lebih bermanfaat. Tidak banyak makanan yang terbuang. Anak-anak lebih suka seperti ini karena porsinya sesuai keinginan,” ujar Anton saat ditemui, Selasa (13/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kroyo 3 menyiapkan makanan hangat sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Saat istirahat pertama pada pukul 08.45 WIB, siswa mengantre untuk mengambil makanan yang disediakan.

Sekolah menerapkan sejumlah prosedur kebersihan, di antaranya mencuci tangan dan mengenakan celemek sebelum mengambil makanan. Petugas SPPG juga dibantu sejumlah siswa dalam proses penyajian.

Meski dinilai memberi keleluasaan dalam menentukan porsi, metode prasmanan membutuhkan waktu penyajian lebih lama dibandingkan sistem makanan dalam wadah atau ompreng.

Anton menjelaskan, durasi istirahat yang sebelumnya 15 menit kini diperpanjang menjadi 30 menit. Konsekuensinya, waktu pulang siswa ikut mundur sekitar 15 menit.

“Manajemen waktunya memang lebih lama. Kalau dulu istirahat 15 menit, sekarang kita tambah jadi setengah jam. Konsekuensinya jam pulang anak-anak agak mundur sekitar 15 menit,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap penerapan metode tersebut dapat terus dievaluasi agar manfaatnya tetap diperoleh tanpa mengurangi waktu belajar secara berlebihan.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah menambah titik penyajian atau mendekatkan lokasi pengambilan makanan ke area kelas. Dengan begitu, antrean siswa di satu titik dapat dikurangi dan waktu makan menjadi lebih efisien.

“Harapan kami ada evaluasi agar tidak membebani waktu yang lebih lama. Misalnya titik penyajian ditambah atau makanan diambil di ruang khusus, lalu dimakan di kelas masing-masing,” kata Anton.

Sebagai sekolah percontohan, SDN Kroyo 3 berharap hasil evaluasi teknis dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan metode prasmanan MBG. Penyesuaian alur penyajian, kebersihan, dan pengaturan waktu diperlukan agar layanan makan bagi siswa berjalan tertib serta tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut