get app
inews
Aa Text
Read Next : Fakta Baru Tragedi SDN Kalibaru: Mobil MBG Dikemudikan Sopir Pengganti, 21 Siswa Terluka

Viral! Dapur MBG Sragen Berdiri di Samping Kandang Babi, Warga Tolak Penutupan Usaha Legendaris

Senin, 05 Januari 2026 | 18:05 WIB
header img
Bangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG di Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen, yang berdiri berdampingan dengan kandang babi milik warga dan memicu polemik sosial.Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Program Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, memicu polemik dan menjadi viral di media sosial. Proyek yang digadang-gadang sebagai percontohan nasional itu justru menuai sorotan karena berdiri tepat di samping kandang babi milik warga yang telah beroperasi puluhan tahun.

Kandang babi tersebut diketahui milik Angga Wiyana Mahardika (44), warga Kedungbanteng RT 41. Usaha peternakan yang kini memelihara kurang dari 100 ekor babi itu telah berdiri sekitar 50 tahun dan merupakan warisan keluarga.

“Usaha ini sudah ada sebelum saya lahir. Ini peninggalan bapak saya, sudah sekitar 50 tahun. Selama ini tidak ada masalah dengan warga,” ujar Angga, Senin (—/—/2026).

Angga mengaku kecewa lantaran pembangunan dapur MBG dilakukan tanpa komunikasi atau kulon nuwun kepada dirinya sebagai tetangga langsung maupun kepada warga sekitar. Ia bahkan baru mengetahui adanya rencana penutupan kandangnya dari Ketua RT.

“Awalnya izin katanya untuk minimarket. Tahu-tahu berdiri dapur MBG. Tidak pernah ada komunikasi, tiba-tiba mau menutup usaha saya. Kalau ada masalah, ayo dibicarakan baik-baik,” tegasnya.

Ironisnya, Angga mengungkapkan bahwa meski kandangnya dipermasalahkan, limbah pembuangan dari dapur MBG justru dialirkan ke lahan miliknya di bagian belakang bangunan. Hal ini semakin memperkeruh hubungan sosial di lingkungan tersebut.

Angga juga menegaskan bahwa usaha peternakannya memiliki izin lengkap dan didukung secara tertulis oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) di lingkungan sekitar. Hasil musyawarah warga pun menyatakan mayoritas tidak keberatan dengan keberadaan kandang babi karena kebersihan dan pengelolaan limbah selama ini terjaga.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut