Pada 1764, Blambangan diserang oleh kerajaan lain di sekitarnya yang membuat penduduknya melarikan diri dan tersebar ke beberapa tempat. Mengutip jurnal Evan Permana berjudul Tribute to East Java Heritage, sebagian hijrah ke lereng Gunung Bromo dan kini dikenal sebagai suku Tengger.
Lainnya, melarikan diri ke Bali dan beberapa memilih tetap bertahan di Kerajaan Blambangan. Penduduk yang tetap bertahan inilah yang merupakan cikal bakal suku Osing di Banyuwangi. Saat ini, suku Osing ini masih bisa ditemukan di kawasan Desa Kemiren.
Julukan Banyuwangi. (Foto: Taman Nasional Baluran, Banyuwangi/Instagram/@nandadiandra_)
Banyuwangi mendapat julukan Kota Banteng karena keberadaan Banteng Jawa yang menghuni kawasan Taman Nasional Purwo Alas Purwo. Berdasarkan data monitoring pihak taman nasional dan Copenhagen Zoo, pada Mei 2022, ada 196 hingga 208 ekor Banteng Jawa yang ada di Banyuwangi.
Mungkin, Anda awam dengan julukan Banyuwangi satu ini, Kota Santet. Bahkan julukan itu sudah dikenal sejak era Orde Baru. Namun keberadaan para dukun santet di Banyuwangi ini berujung pembantaian pada 1998.
Julukan Banyuwangi. (Ilustrasi: Santet/Freepik)
Bermula dari pendataan para dukun santet oleh Purnomo Sidik, Bupati Banyuwangi, pada 6 Februari 1998. Data itu justru bocor kepada pihak yang kemudian membunuh 85 orang yang diduga dukun santet di Banyuwangi.
Editor : Joko Piroso