SUKOHARJO,iNewsSragen.id - Rencana Presiden Prabowo Subianto akan mengevakuasi warga Gaza, Palestina, khususnya korban luka dan anak-anak yatim piatu yang menjadi korban genosida Israel menuai pro-kontra di tanah air.
Menanggapi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menegaskan bahwa apa yang dimaksudkan oleh Presiden Prabowo bukan relokasi, memindahkan warga secara permanen. Tapi evakuasi atau memindahkan sementara.
"Tapi namanya evakuasi. Itu orang yang sakit tidak ada rumah sakit, kalau dibiarkan kan bisa meninggal. Nah itu ada ribuan di sana (Gaza-Red)," kata Sudaryono disela acara halal bihalal dan apel akbar kader Gerindra se Solo Raya di Sukoharjo, Minggu (20/4/2025).
Menurutnya, warga Gaza tersebut akan dievakuasi ke Indonesia untuk diobati. Setelah mereka sembuh maka akan dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Disebutkan, bahwa saat ini di Gaza tidak tersedia rumah sakit yang memadai.
"Jadi jangan sampai misleading. Relokasi sama evakuasi itu berbeda. Misalnya ada bencana banjir kemudian dilakukan evakuasi warga, itu artinya setelah banjirnya surut maka akan dikembalikan lagi di tempat asalnya. Itu yang dimaksudkan evakuasi warga Gaza," jelasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait