Viral, Kades Ngepringan Mandi Lumpur Protes Jalan Rusak di Jenar Sragen

Joko Piroso
Kepala Desa Ngepringan, Sunarso, berada di kubangan lumpur di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Selasa (20/1/2026).Foto:Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id - Sebuah aksi tak biasa yang dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, menjadi perhatian publik. Mengenakan pakaian dinas lengkap, Kepala Desa Ngepringan, Sunarso, terekam kamera warga terpeleset dan berada di kubangan lumpur di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan yang rusak parah, Selasa (20/1/2026).

Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memantik beragam reaksi. Narso menjelaskan, kejadian itu bukan aksi yang direncanakan, melainkan insiden spontan saat dirinya hendak berangkat ke kantor desa.

“Sebenarnya tidak ada niat protes. Tadi mau berangkat kerja, malah kepleset. Ya sudah, sekalian adus, gebyur sisan. Ini spontan,” ujar Sunarso kepada wartawan.

Menurut Sunarso, kondisi jalan kabupaten sepanjang kurang lebih enam kilometer tersebut telah lama rusak dan dinilai tak kunjung mendapat perbaikan signifikan. Ia menyebut, berdasarkan ingatannya, terakhir kali jalan tersebut mendapat pengaspalan sekitar dua dekade lebih lalu. Sejak beberapa tahun terakhir, kondisi jalan semakin memburuk, terutama saat musim hujan.

Narso juga menyinggung adanya informasi rencana pembangunan jalan pada tahun anggaran sebelumnya yang hingga kini belum terealisasi. Ia mengaku warga kerap mendapat kabar bahwa perbaikan akan dilakukan, namun belum terlihat hasil di lapangan.

“Katanya pernah masuk rencana pembangunan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Tahun-tahun kemarin juga belum dibangun,” ungkapnya.

Kondisi jalan yang rusak parah itu berdampak langsung pada aktivitas warga. Genangan lumpur dan lubang jalan menyulitkan anak-anak sekolah, warga yang hendak berobat, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Tak jarang, kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kerusakan akibat menghantam lubang jalan.

Warga Desa Ngepringan, Joko, mengungkapkan keluhan serupa. Menurutnya, jalan tersebut kerap hanya diukur tanpa kejelasan tindak lanjut pembangunan.

“Jalan ini dari dulu cuma diukur-ukur saja, tapi tidak dibangun. Kalau hujan ya seperti sungai,” ujarnya.

Sunarso menegaskan, warga tidak menuntut jalan dengan spesifikasi mewah. Mereka hanya berharap akses jalan yang layak, aman, dan dapat dilalui dengan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Tidak perlu bagus sekali. Yang penting rata, tidak becek, dan aman dilewati. Mau aspal atau cor, silakan. Harapannya segera ada perhatian,” pungkas Narso.

Aksi spontan tersebut kini menjadi sorotan publik dan menambah daftar keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan di wilayah pedesaan. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sragen dapat segera memberikan solusi nyata agar akses transportasi dan keselamatan masyarakat dapat terjamin.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network