Pengusaha kuliner nasional Puspo Wardoyo.Foto:iNews/'Joko P
Pengusaha kuliner nasional Puspo Wardoyo menilai sambal tumpang Sragen memiliki keunikan rasa, terutama pada komposisi tempenya yang lebih dominan dibanding daerah lain. Namun ia mengingatkan pentingnya teknologi pengemasan agar daya tahannya meningkat.
“Dengan pengolahan yang tepat, sambal tumpang bisa awet hingga dua tahun,” ujarnya.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sragen agar tidak berhenti pada pencapaian rekor MURI semata, melainkan menyediakan ruang khusus pengembangan sambal tumpang sebagai produk unggulan daerah. Dengan demikian, sambal tumpang tidak hanya lestari, tetapi juga naik kelas sebagai oleh-oleh premium berbasis ekonomi kreatif.
Pecahnya rekor MURI ini menandai transformasi sambal tumpang dari menu harian masyarakat menjadi simbol identitas budaya sekaligus potensi ekonomi Sragen yang siap menembus pasar nasional.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
