BANTUL, iNewsSragen.id - Sehari menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 2026, tradisi padusan kembali mewarnai aktivitas umat Islam di Yogyakarta. Tradisi menyucikan diri sebelum memasuki bulan suci ini dimanfaatkan warga untuk sekaligus berwisata, terlebih karena bertepatan dengan masa libur panjang cuti bersama.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang banyak dilakukan di sungai atau mata air, sebagian warga terutama anak-anak kini memilih melaksanakan padusan di kolam renang dan lokasi wisata air. Faktor keamanan dan kebersihan menjadi pertimbangan utama, mengingat kondisi sungai yang keruh akibat musim hujan dan banjir.
Sejak pagi hari, sejumlah kolam di Sewon mulai dipadati pengunjung. Salah satu lokasi favorit adalah Wisata Air Gabusan, yang menyediakan berbagai wahana air bagi keluarga.
Azka Abisatya, warga Yogyakarta, mengatakan padusan di kolam wisata air dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan sungai.
“Kalau di kolam seperti ini lebih bersih dan terkontrol. Apalagi sekarang musim hujan, sungai banyak sampah dan airnya keruh,” ujarnya.
Hal serupa terlihat di Grand Puri Water Park. Dengan tiket masuk sekitar Rp20 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai wahana, mulai dari menara luncur, kolam arus, hingga permainan air lainnya.
Yenni Nurbaitiy, wisatawan asal Riau, mengaku memilih lokasi wisata air sebagai alternatif menjalankan tradisi padusan bersama keluarga.
“Musim hujan membuat sungai tidak layak untuk anak-anak. Di sini lebih aman dan tetap bisa menjalankan tradisi,” katanya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
