SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Polres Sukoharjo memilih cara berbeda untuk merangkul generasi Z. Bukan lewat ceramah formal, melainkan melalui kompetisi E-Sport yang digelar bersama Polsek Polokarto di Balai Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Senin (16/2/2026) malam.
Sebanyak 21 tim pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kecamatan Polokarto bertarung sejak pukul 15.00 WIB hingga 22.15 WIB. Sekira 100 peserta dan suporter memadati lokasi, menciptakan atmosfer panas penuh strategi, namun tetap menjunjung sportivitas.
Turnamen ini tak sekadar adu ketangkasan di layar gawai. Di balik sorak-sorai, terselip misi besar membangun kedekatan Polri dengan generasi digital sekaligus mengarahkan energi anak muda ke aktivitas positif menjelang Ramadan.
Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan bahwa pendekatan terhadap generasi muda harus mengikuti perkembangan zaman.
“Turnamen ini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang silaturahmi. Kami ingin hadir sebagai sahabat generasi muda yang kreatif dan inovatif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadi “polisi bagi diri sendiri” di era digital, yakni tidak mudah terprovokasi hoaks, tetap disiplin belajar, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
Senada, Kapolsek Polokarto AKP Aris Joko Narimo menambahkan, momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya balap liar dan perang sarung yang kerap muncul saat bulan puasa.
“Kami mengajak para pemuda mengisi Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat agar suasana tetap khidmat dan kondusif,” ujarnya.
Tak hanya itu, turnamen juga disemarakkan bazar UMKM Desa Pranan yang digerakkan UP2K PKK. Aneka olahan jambu khas desa, mulai dari nastar, bolen, bolu, selai hingga sirup, menjadi daya tarik tersendiri. Kolaborasi ini menciptakan efek ganda, Gen-Z mendapat ruang kompetisi sehat, sementara pelaku usaha desa meraih panggung promosi.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Desa Pranan keluar sebagai Juara I, disusul Tim SMU 1 Polokarto di posisi kedua dan Tim Desa Godog di peringkat ketiga. Kategori individu juga berlangsung sengit, dengan Best Skill diraih Tim SMP 1 Polokarto, Best Assist oleh Bagas dari Tim Pranan 2, serta Best Supporter untuk pendukung Desa Pranan.
Para pemenang membawa pulang uang pembinaan Rp300 ribu hingga Rp1 juta dan trofi. Namun karena Juara I melebihi batas usia tingkat kabupaten, maka wakil Kecamatan Polokarto di ajang kabupaten akan diwakili Juara II dan III.
Melalui E-Sport, Polres Sukoharjo menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas bisa dikemas kreatif, adaptif, dan relevan dengan dunia anak muda—sebuah strategi cerdas merangkul Gen-Z jelang Ramadan, di dalam maupun di luar arena kompetisi.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
