Warga Tanon Sragen Keluhkan Serbuan Lalat Diduga dari Kandang Ayam BUMDes

Joko Piroso
Warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen mengeluhkan serbuan lalat yang diduga berkaitan dengan aktivitas kandang ayam petelur milik BUMDes Gading.Foto:Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id - Warga Dukuh Tugu Mulyo dan Dukuh Camplangan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen mengeluhkan serbuan lalat yang disebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari selama hampir tiga bulan terakhir.

Warga menduga kemunculan lalat dalam jumlah besar tersebut berkaitan dengan keberadaan kandang ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Gading di wilayah setempat.

Kondisi tersebut dinilai semakin meresahkan karena memengaruhi kebersihan lingkungan serta aktivitas ekonomi warga. Beberapa usaha kecil seperti warung makan juga disebut mengalami penurunan jumlah pelanggan karena kondisi lingkungan yang dinilai kurang higienis.

Salah satu warga, Hendri Cahyono Saputra (41), yang tinggal sekitar 20 meter dari lokasi kandang ayam, mengatakan jumlah lalat yang muncul sangat banyak hingga menempel di berbagai benda di dalam rumah.

“Dampaknya sangat terasa, terutama pada makanan yang menjadi tidak higienis. Nasi, lauk-pauk, hingga sayur sering dikerubuti lalat,” ujarnya.

Hendri yang bekerja sebagai penjahit juga mengaku terganggu karena kain hasil jahitan miliknya kerap terkena bintik hitam yang diduga berasal dari kotoran lalat.

Menurut warga, populasi lalat mulai meningkat sejak kandang ayam petelur tersebut beroperasi. Kandang yang berada di dekat permukiman warga itu diketahui menampung sekitar 1.000 ekor ayam.

Warga juga membandingkan kondisi tersebut dengan kandang ayam pedaging yang sebelumnya sudah ada di wilayah tersebut. Menurut mereka, kandang ayam pedaging menggunakan sistem ventilasi blower sehingga tidak menimbulkan dampak serupa.

Sejumlah upaya mediasi disebut telah dilakukan warga dengan pihak pengelola kandang maupun pemerintah desa. Namun hingga kini, warga menilai belum ada langkah penanganan yang dianggap efektif untuk mengurangi populasi lalat.

Warga bahkan menyatakan telah menyampaikan keluhan hingga tingkat kecamatan, namun penyelesaian yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai.

Terkait hal tersebut, Kasi Trantib Kecamatan Tanon, Lanjar, membenarkan adanya laporan warga mengenai persoalan serangan lalat di Desa Gading.

Ia mengatakan pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta pihak pengelola kandang untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“Sudah dua kali dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa, pengelola kandang, serta perwakilan warga. Upaya yang dilakukan antara lain membersihkan kandang dan melakukan penyemprotan untuk mengurangi populasi lalat,” ujarnya.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network