BLORA, iNewsSragen.id - Ratusan warga memadati lokasi pasar murah yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Warga tampak rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Berbagai bahan kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari telur, minyak goreng Minyakita, gula pasir, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga bawang merah dan bawang putih.
Panitia menyediakan sejumlah bahan pokok dalam jumlah cukup besar, di antaranya 2 ton beras SPHP, 200 liter minyak goreng Minyakita, 200 kilogram gula pasir, 200 kilogram telur, serta 50 kilogram bawang merah dan bawang putih.
Salah seorang warga, Marsini, mengaku datang sejak pagi karena ingin mendapatkan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan harga di pasar.
“Harganya lebih murah daripada beli di pasar, lumayan bisa hemat untuk persiapan Lebaran,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Yuli, yang menilai kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat di tengah meningkatnya harga sejumlah bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Harganya lebih murah, selisih sekitar Rp5.000 per kilogram dibandingkan harga di pasar,” katanya.
Sementara itu, panitia penyelenggara pasar murah, Yunita Wahyu, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami menyiapkan sekitar dua ton beras, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 200 liter, telur 200 kilogram, serta bawang merah dan bawang putih 50 kilogram,” jelasnya.
Menurutnya, harga yang ditawarkan dalam pasar murah tersebut bisa lebih rendah karena sebagian biaya disubsidi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, kegiatan pasar murah tersebut juga digelar di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Blora.
Diharapkan kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat daerah.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
