Meski demikian, keluhan warga belum sepenuhnya mereda. Salah satu perwakilan warga, Rahmat Samsono, menyatakan bahwa masyarakat menginginkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan pabrik di tengah kawasan padat penduduk.
“Aduan sudah kami sampaikan. Kami berharap ada evaluasi serius karena dampak bau ini terus berulang dan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
DLH Sragen memastikan akan terus memantau proses penanganan limbah hingga tenggat waktu yang ditetapkan. Pihaknya juga menegaskan bahwa pengelolaan limbah industri harus memenuhi standar lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
