SRAGEN, iNewsSragen.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen, Mohamad Maolana, resmi dimutasi ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selama masa kepemimpinannya, dia meninggalkan program unggulan pembinaan keagamaan berbasis pesantren bagi warga binaan.
Program tersebut berhasil membina sedikitnya 103 narapidana (napi) menjadi santri yang mampu menghafal empat surat dalam Al-Qur’an. Para peserta program ditempatkan dalam satu blok khusus, yakni Blok B, yang difungsikan sebagai blok pesantren.
Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Sragen, Putu Aryani, menjelaskan bahwa Blok B dihuni warga binaan dari berbagai latar belakang kasus yang telah memenuhi kriteria hafalan minimal.
“Mereka sudah hafal Surat Ar-Rahman, Al-Mulk, Al-Waqi’ah, dan Yasin. Program pesantren ini akan terus dilanjutkan,” ujarnya.
Serah terima jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Sragen dilaksanakan pada Senin (20/4/2026), dari Mohamad Maolana kepada pejabat baru, Giyono. Acara tersebut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, serta jajaran pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Maolana menyampaikan bahwa program pembinaan yang dijalankan merupakan bagian dari implementasi kebijakan reintegrasi sosial, dengan fokus pada pembentukan karakter warga binaan.
“Kami berupaya membangun karakter melalui pendekatan keagamaan, termasuk pembangunan masjid sebagai pusat pembinaan. Alhamdulillah, banyak warga binaan yang kini mampu menghafal Al-Qur’an,” jelasnya.
Selain pembinaan kepribadian, Maolana juga melakukan pembenahan infrastruktur di lingkungan lapas, seperti penataan area parkir dan pembangunan sumur dalam. Upaya tersebut didukung oleh pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, termasuk Polres dan Kodim Sragen, atas sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa jabatannya.
Sementara itu, Kepala Lapas yang baru, Giyono, menyatakan siap melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat inovasi pembinaan, termasuk pengembangan sektor usaha produktif warga binaan.
Ia menilai potensi pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di lingkungan lapas perlu terus didorong, termasuk peluang ekspor hasil karya warga binaan melalui kolaborasi lintas lembaga.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
