Ia menambahkan, perusahaan akan mengedepankan standar kualitas melalui proses produksi yang ketat, termasuk perlakuan khusus terhadap bahan baku seperti perendaman dan pengeringan, guna memenuhi standar pasar ekspor.
“Proses treatment sangat penting agar produk tidak dikembalikan oleh pembeli. Ini juga untuk melindungi pengrajin dari kerugian,” katanya.
Dalam acara peresmian tersebut turut hadir sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi terkait, serta komunitas pengrajin akar jati di Blora.
Kehadiran perusahaan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengembangkan industri kreatif berbasis sumber daya lokal, sekaligus memperkuat posisi Blora sebagai salah satu sentra kerajinan akar jati di Indonesia.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
