SRAGEN, iNewsSragen.id - Unggahan video dari kanal media sosial, Yuni TKW Hong Kong viral dan menjadi perhatian publik, khususnya warga Sragen. Video tersebut berisi permintaan bantuan terkait kondisi seorang pekerja migran asal Sragen yang saat ini berada di Taiwan dan disebut dalam kondisi tertekan.
Dalam video yang beredar di YouTube maupun Instagram, aktivis pekerja migran yang dikenal dengan nama Miss Yuni menyampaikan kekhawatiran terhadap seorang pemuda bernama Andika Bagas Dwi Prasetyo.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Andika telah berada di Taiwan selama kurang lebih satu tahun. Namun saat ini statusnya disebut sebagai pekerja migran informal.
Miss Yuni mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan Andika menunjukkan kondisi psikologis yang dinilai mengkhawatirkan. Dalam video tersebut, Andika disebut merasa ketakutan dan mengaku sedang menghadapi persoalan serius di negara tempatnya bekerja.
“Komunikasinya sudah mulai tidak stabil dan dia mengaku merasa terancam,” ujar Yuni dalam video unggahannya.
Dalam penyampaiannya, Yuni juga mengaku telah mencoba melakukan upaya bantuan dengan berkoordinasi bersama relasi di Taiwan. Salah satunya dengan mengupayakan penjemputan terhadap Andika dari lokasi tempat ia berada.
Namun upaya tersebut disebut belum berhasil dilakukan karena terkendala faktor keamanan dan minimnya informasi lokasi yang pasti.
Melalui unggahan itu, Yuni meminta masyarakat yang mengenal keluarga Andika di Sragen agar segera membantu menghubungi pihak terkait supaya penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Saya berharap informasi ini bisa segera sampai ke keluarga maupun pihak berwenang agar ada langkah perlindungan dan pendampingan,” katanya.
Unggahan tersebut langsung menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang berharap ada koordinasi cepat antara keluarga, pemerintah daerah, serta instansi perlindungan pekerja migran Indonesia guna memastikan kondisi Andika.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari keluarga maupun instansi terkait mengenai perkembangan penanganan terhadap Andika di Taiwan.
Pihak berwenang juga belum memberikan pernyataan resmi terkait informasi yang beredar di media sosial tersebut. Karena itu, seluruh informasi dalam video masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari otoritas terkait.
Masyarakat diimbau tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak menyebarkan spekulasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
