Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Tepi Hutan, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Heri Purnomo
Petugas kepolisian bersama tim medis melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan seorang petani yang ditemukan meninggal dunia di kawasan lahan dekat hutan di Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Kamis (14/5/2026).Foto:iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.idWarga Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di area lahan dekat kawasan hutan, Kamis (14/5/2026).

Korban diketahui bernama Mahmudi (65), seorang petani asal Dukuh Ngutugan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo. Korban ditemukan di kawasan tanah Persil Banyu Urip Petak 113, RPH Merah BKPH Gayam, wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo.

Korban pertama kali ditemukan oleh menantunya, Joko Suwito, sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, Mahmudi diketahui berangkat menuju lahan pertanian sekitar pukul 09.00 WIB untuk melakukan aktivitas menyiangi tanaman jagung.

Namun hingga memasuki waktu istirahat siang sekitar pukul 13.00 WIB, korban yang biasanya telah kembali ke rumah belum juga terlihat. Kondisi tersebut membuat keluarga merasa khawatir dan berinisiatif melakukan pencarian.

Kasihumas Polres Blora, Midiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tergeletak dan tidak bergerak di area lahan.

"Melihat kondisi korban tidak bergerak, saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga," jelasnya, Jumat (15/5/2026).

Setelah memastikan korban meninggal dunia, warga bersama keluarga melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Bogorejo.

Petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Bogorejo kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Personel yang turun ke lokasi di antaranya Kanit Reskrim Polsek Bogorejo, KSPK, Bhabinkamtibmas, serta petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban telah meninggal lebih dari empat jam dan diduga memiliki riwayat hipertensi serta diabetes mellitus," kata AKP Midiyono.

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan patroli menuju rumah duka di Dukuh Ngutugan, Desa Sendangrejo, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban berupa pakaian yang dikenakan, sepeda motor Honda Astrea Grand, serta alat pertanian berupa sabit.

Selain meminta keterangan sejumlah saksi, petugas juga mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas fisik, terutama di area lahan pertanian atau lokasi yang jauh dari permukiman.

"Kami turut berduka cita. Warga yang memiliki penyakit bawaan diharapkan berhati-hati saat bekerja dan tidak beraktivitas seorang diri terlalu lama," tutupnya.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network