Cegah Petugas Terluka, Takmir Masjid di Bantul Ciptakan Alat Peroboh Sapi Kurban

Trisna Purwoko
Petugas Masjid Al-Hikmah Kembaran, Kasihan, Bantul menggunakan alat peroboh sapi karya jamaah untuk mempermudah dan meningkatkan keamanan proses penyembelihan hewan kurban.Footo:iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id — Pengurus Takmir Masjid Al-Hikmah Dusun Kembaran, Gonjen, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghadirkan inovasi unik dalam proses penyembelihan hewan kurban. Berbekal pengalaman petugas yang sempat mengalami cedera akibat tendangan sapi pada tahun-tahun sebelumnya, takmir bersama jamaah merancang alat peroboh sapi untuk meningkatkan keamanan saat penyembelihan.

Alat tersebut telah digunakan selama lima tahun terakhir dan dinilai lebih efektif dibanding cara tradisional yang selama ini dilakukan dengan mengikat kaki sapi lalu merobohkannya secara manual.

Ketua Takmir Masjid Al-Hikmah, Supardi, menjelaskan alat peroboh sapi itu dibuat dari rangka besi yang sebagian konstruksinya ditanam ke tanah sebagai penguat. Bentuknya menyerupai kandang besi dengan sistem knock down sehingga memudahkan proses penggunaan.

Saat proses berlangsung, sapi kurban dimasukkan ke dalam kerangka besi. Setelah itu bagian leher, dada, dan perut diikat kuat menggunakan tali agar posisi hewan tetap stabil.

"Setelah sapi terikat dengan aman, bagian pengunci dilepas kemudian alat dibaringkan sejajar tanah. Selanjutnya alat didorong menuju lokasi penyembelihan sehingga prosesnya lebih aman dan terkontrol," ujar Supardi.

Alat peroboh tersebut dilengkapi roda besi sehingga mudah dipindahkan ke lokasi penyembelihan. Posisi sapi yang telah terikat kuat dalam keadaan terbaring dinilai mengurangi risiko sapi mengamuk atau melukai petugas.

Menurut Supardi, ide pembuatan alat itu lahir dari kolaborasi jamaah masjid. Salah satu jamaah yang berprofesi sebagai tukang las membantu proses pembuatan berdasarkan desain yang disusun pengurus masjid.

Untuk merakit alat tersebut dibutuhkan biaya sekitar Rp8 juta. Meski demikian, biaya itu dinilai sepadan karena alat dapat digunakan berulang kali dalam jangka panjang.

"Selain mempercepat proses penyembelihan, alat ini bisa digunakan berkali-kali selama belum rusak. Bahkan beberapa masjid lain juga sering meminjam alat ini saat Iduladha," katanya.

Keberadaan alat peroboh sapi juga mendapat apresiasi dari Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir. Menurutnya, inovasi tersebut membantu menciptakan proses penyembelihan yang lebih aman, baik bagi hewan kurban maupun petugas.

"Selain sapi lebih aman dan tidak stres, petugas penyembelihan juga lebih terlindungi. Harapannya ke depan alat seperti ini bisa tersedia di tingkat kelurahan atau kecamatan agar dapat dimanfaatkan bersama," ujarnya.

Menurut Jumakir, alat serupa berpotensi membantu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di berbagai masjid, mengingat proses penyembelihan biasanya berlangsung selama beberapa hari saat Iduladha.

Inovasi sederhana berbasis gotong royong ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengurus masjid lain untuk mengutamakan aspek keselamatan dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network