Menurut Prof. Harun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan seluruh warga kampus. Ia menilai perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, Kadiv Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya UMS, Prof. Kussudyarsana, menegaskan bahwa semangat zero waste bukan sekadar memiliki tumbler, tetapi memastikan barang yang digunakan benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia mencontohkan, tumbler yang sering dibagikan dalam berbagai kegiatan akan kehilangan makna jika hanya menjadi koleksi dan tidak digunakan. Karena itu, perubahan perilaku dan kesadaran untuk mengurangi sampah plastik menjadi kunci utama mewujudkan kampus bebas sampah.
Melalui gerakan Zero Waste dan hemat energi ini, UMS berharap dapat menjadi contoh kampus yang aktif menjaga lingkungan sekaligus membangun budaya hidup berkelanjutan di kalangan generasi muda.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
